BLOGS

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:02

Jika kita sedang belajar membuat kue, rasanya ada banyak sekali jenis kue yang ingin kita coba buat. Salah satu kue yang pasti setiap orang ingin coba untuk membuatnya adalah kue ulang tahun atau  birthday cake . Sekilas, kue ulang tahun ini mungkin terlihat sama saja. Yakni hanyalah sebuah kue bolu dengan hiasan yang variatif. Namun, ternyata terdapat beberapa perbedaan dan macam-macam kue yang bisa dibuat menjadi kue ulang tahun,  lho! Nah, dalam dunia baking, kue bolu yang dijadikan bahan utama untuk cake ultah dinamakan sebagai base cake atau kue dasar ultah. Jadi, tidak ada salahnya untuk Anda berkreasi dengan ketika membuat kue ultah dengan berbagai base cake agar lebih nikmat! Baca juga:  Yuk, Kenali Istilah Penting dalam Dunia Baking! Jika kamu tidak ada ide base cake apa yang akan Anda gunakan, berikut ini ada ulasan mengenai macam-macam base cake ultah yang bisa dicoba, yuk simak! Rainbow Cake Jenis base cake pertama yang dapat Anda coba untuk membuat kue ulang tahun adalah  rainbow cake . Jenis kue yang satu ini biasanya terdiri dari enam buah layer atau lapisan dari  steamed cake  yang memiliki warna-warna indah nan cerah seperti pelangi. Jika Anda ingin membuat kue ulang tahun dengan karakter fondan, karakter lukis, hiasan  fruits cake,  atau  butter cream . Rainbow cake merupakan jenis  base cake  yang cocok. Selain itu, dikarenakan warnanya yang sangat menarik ini,  base cake  ulang tahun dari  rainbow cake  sangat cocok bagi kue ultah anak-anak. Lapis Surabaya Kue padat yang terbuat dari banyak kuning telur dalam adonannya ini menjadi salah satu  base cake  yang sangat populer untuk digunakan sebagai kue ulang tahun. Untuk membuat kue ulang tahun dari base cake lapis Surabaya, Anda dapat menggunakan loyang dengan ukuran cetakan 22 x 22 cm. Kemudian untuk hiasannya sendiri biasanya kue ultah lapis Surabaya tidak terlalu ramai. Sehingga, memberikan hasil akhir  cake  yang elegan dengan cita rasa klasik yang nikmat. Brownies Kukus Base cake  berikutnya yang banyak disukai adalah  brownies  kukus. Pemilihan  brownies  kukus sebagai  base cake  didasarkan pada beberapa pertimbangan. Seperti teksturnya yang cenderung lebih lembut dan lembab jika dibandingkan dengan brownies panggang yang lebih padat dan terkadang  crunchy . Sehingga bagi penyuka cokelat yang ingin memakan  brownies  untuk kue ulang tahunnya, mereka dapat memilih brownies kukus sebagai base cake ulang tahun. Japanese Chesse Cake Jika brownies cokelat yang dikukus diperuntukkan bagi mereka yang gemar makan cokelat, maka untuk orang yang suka keju maka  Japanese cheesecake  dapat menjadi pilihan yang tepat. Tekstur dari  Japanese cheesecake  yang lembut dan  creamy  ini tentu menjadi salah satu alasan kenapa kemudian jenis roti ini juga banyak digunakan sebagai  base cake  ulang tahun. Baca juga:  Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Jika Anda ingin membuat  birthday cake  dari  Japanese cheesecake , untuk hiasannya Anda dapat menambahkan toping buah-buahan segar dan sedikit taburan gula halus sebagai pemanis. Nah, itu tadi beberapa macam  base cake  ultah yang bisa Anda pilih jika sedang mencari ide untuk membuat kue ulang tahun di hari spesial. Namun, jangan lupa juga untuk memilih bahan baku pembuatan kue yang berkualitas agar kue yang dihasilkan bermutu dan nikmat. Jika ingin mendapatkan bahan-bahan pangan seperti susu, emulsifier, minyak, pewarna, pemanis, dan sebagainya, Global Solusi Ingredia merupakan pilihan yang tepat. Sebab, di perusahaan ini Anda bisa mendapatkan berbagai macam bahan kue dengan kualitas yang terbaik!

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:01

Membuat kue memang merupakan hal yang menyenangkan. Selain dapat berkreasi dalam menghias kue menjadi cantik, Anda juga dapat memakan kue tersebut dengan rasa puas karena merupakan hasil karya sendiri. Untuk Anda yang baru saja belajar atau menekuni dunia  baking , tentu terkadang kamu dihadapkan pada situasi ketika mendengar kosakata atau istilah-istilah baru. Seperti misalnya ketika pergi ke toko bahan-bahan kue, ada banyak sekali jenis-jenis bahan dengan nama yang mungkin belum pernah kamu dengar sebelumnya. Nah, oleh sebab itu, penting untuk Anda mengetahui apa saja istilah yang digunakan dalam dunia baking. Karena, setiap istilah dalam dunia baking terkadang jika tidak dipahami dengan baik maka akan membuat kita salah paham dan akhirnya adonan yang dibuat tidak akan berhasil. Langsung saja, berikut beberapa istilahnya! Emulsifier Istilah pertama yang penting untuk Anda pahami adalah emulsifier. Wah, mungkin dari penyebutan namanya agak sulit, ya. Namun biarpun begitu, penggunaan bahan baking yang satu ini sangatlah penting. Baca juga:  Yuk Kenali Ciri Adonan Over Proofing! Emulsifier sendiri berarti bahan pengemulsi atau bahan yang memiliki fungsi dalam menyatukan berbagai campuran yang terdapat dalam satu resep kue agar dapat menjadi lembut dan halus. Dalam penggunaannya ini, emulsifier sangat berperan ketika adonan yang Anda buat mengandung campuran bahan lemak (seperti mentega atau margarin) dan campuran air. Ketika menyatukan adonan yang sulit tersebut, emulsifier juga sekaligus membantunya agar memiliki tekstur yang lembut. Sehingga ketika kue matang, tidak terasa sensasi adonan yang menggumpal atau terpisah-pisah. Emulsifier juga terkadang diartikan sebagai bahan pengembang. Sebab, selain menghaluskan dan mencampurkan rata, penambahan emulsifier ke dalam adonan baking juga dapat membuat kue menjadi mengembang. Contoh merek dagang dari emulsifier yang dapat kamu temukan adalah seperti TMB, Ovalet, serta SP. BPDA Istilah berikutnya dalam dunia baking adalah BPDA. BPDA sendiri merupakan singkatan dari Baking Powder Double Acting, seperti penamaannya yang  double acting,  bahan pengembang ini melakukan proses pengembangan pada adonan dalam dua kali tahapan aktif sehingga dapat menghasilkan adonan yang mengembang sempurna. Biasanya, BPDA banyak digunakan oleh para  baker  pemula. Karena bahan ini diyakini anti gagal dan lebih mudah untuk meningkatkan struktur adonan. Terdapat banyak merek BPDA yang dapat ditemui di toko kue, untuk mendapatkan referensi kamu juga dapat menengok produk-produk di Global Solusi Ingredia. Soft Peak Istilah dalam dunia baking yang berikutnya yang tidak kalah penting untuk Anda ketahui adalah Soft Peak. Jika istilah yang dijelaskan pada poin sebelumnya adalah berkaitan dengan bahan-bahan pembuat adonan kue, maka Soft Peak ini adalah istilah yang berkaitan erat dengan teknik dalam membuat adonan. Ketika Anda mengocok adonan kue, biasanya adonan tersebut harus terus dikocok sampai menghasilkan  foam  lembut. Nah, teknik untuk menghasilkan  foam  lembut pada adonan inilah yang disebut dengan Soft Peak. Baca juga:  Intip Apa Saja Manfaat Cokelat untuk Tubuh! Beberapa orang juga mengenal istilah Soft Peak dengan sebutan Puncak Tumpul. Hal ini mengindikasikan kondisi adonan ketika pengocok atau  mixer  yang diangkat menghasilkan puncak yang tumpul dan perlahan mulai jatuh. Kebalikan dari kondisi Soft Peak adalah Hard Peak. Nah, setelah memahami berbagai istilah dalam dunia baking tersebut, Anda juga tidak boleh salah tempat ketika membeli bahan kue. Sebab terkadang beberapa toko kue tidak menjual produk secara lengkap dan justru memberikan alternatif bahan yang lainnya. Jika Anda menginginkan bahan yang sesuai dengan kebutuhan, maka pilih lah produk-produk dari GSI atau Global Solusi Ingredia! Ada berbagai macam bahan yang tersedia, mulai dari emulsifier, minyak dan lemak, pewarna, perisa, vitamin, dan masih banyak lagi. Yuk, penuhi kebutuhan baking Anda dengan produk GSI!

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:59

Keterampilan dalam membuat adonan kue atau  baking  memang merupakan keterampilan yang perlu diasah secara terus menerus. Untuk dapat menghasilkan adonan yang bagus dan lembut tidak bisa muncul secara cepat. Melainkan selalu melewati proses gagal terlebih dahulu sampai pada akhirnya berhasil. Kegagalan dalam membuat adonan tersebut bermacam-macam. Mulai dari adonan yang tidak mengembang, adonan yang sulit kalis, atau pun adonan yang  over proofing. Kalau kamu sedang belajar tekning  baking,  penting untuk kamu mengetahui apa saja ciri-ciri dari adonan  over proofing  atau adonan yang mengembang terlalu berlebihan. Sebab, adonan ini jika dipanggang tidak akan menghasilkan kue atau roti yang lembut dan teksturnya kurang nikmat, jadi perlu sekali untuk dihindari. Agar tidak penasaran lagi, berikut ini adalah ciri-cirinya. Baca juga:  Intip Apa Saja Manfaat Cokelat untuk Tubuh! Tekstur Adonan Terlalu  Melar Ciri yang paling dapat dilihat dari adonan kue atau roti yang  over proofing  adalah teksturnya yang melar dan tidak lembut. Adonan yang telah  proofing  dengan baik adalah adonan yang permukaannya halus dan teksturnya lembut. Dari segi bentuk juga tidak terlalu beda perubahan ukurannya dari sebelum didiamkan. Jika adonan kamu bentuknya menjadi agak gepeng dan  meleber  kemana-mana, bisa dipastikan bahwa adonan tersebut sudah  over proofing. Hal tersebut biasanya dipicu oleh masa pendiaman adonan yang terlalu lama atau dalam kurun waktu lebih dari 30 menit. Adanya aktivitas ragi yang cepat dalam waktu lama akan membuat gluten menjadi melar dan tak mampu lagi menahan struktur internal adonan. Sehingga pada akhirnya adonan menjadi  meleber  dan tidak lembut. Apabila adonan ini dilanjutkan ke proses pemanggangan, biasanya akan menghasilkan kue atau roti yang kempis dengan tekstur yang sangat kasar. Adonan Lengket dan Tidak Elastis Ciri berikutnya dari adonan yang telah  over proofing  adalah teksturnya yang lemah namun tidak elastis. Untuk memastikan hal tersebut, terlebih dahulu perhatikan ukuran adonan yang telah didiamkan.  Jika adonan membesar lebih dari 2 kali besar ukuran awal, dapat dicurigai bahwa adonan telah  over proofing.  Kemudian coba tusuk adonan tersebut dengan telunjuk jari Anda. Adonan yang baik akan kembali ke bentuk semula setelah Anda tusuk perlahan dengan jari. Atau, paling tidak akan ada usaha untuk membuat cekungan tusukan jari itu menjadi agak rata kembali. Namun, adonan yang telah terlalu lama didiamkan sehingga mengembang secara berlebihan atau  over proofing  tidak akan kembali rata setelah ditusuk oleh jari. Cekungan hasil tusukan tersebut akan tetap membekas dikarenakan struktur adonan  over proofing  yang cenderung rapuh. Aroma Ragi Terlalu Menyengat Ciri lain dari adonan yang  over proofing  adalah aroma dari ragi yang tercium menyengat atau menusuk saat Anda membuka adonan yang telah didiamkan tersebut. Namun, tidak perlu terlalu panik saat adonan ternyata sudah  over proofing,  sebab Anda masih bisa untuk mengatasi adonan tersebut dengan cara yang tepat. Baca juga:  Senyawa Antimikroba Pada Rempah-Rempah Cara yang dapat Anda lakukan adalah dengan menambahkan terigu agar tidak terlalu lengket, atau dapat pula melumuri tangan dengan margarin agar adonan dapat lebih mudah dibentuk. Di samping itu, Anda juga perlu mengetahui apa saja pemicu adonan yang mudah  over proofing.  Sebab, di samping durasi adonan yang didiamkan terlalu lama, terkadang jenis ragi atau pengembang kue tertentu juga dapat memicu adonan menjadi terlalu cepat mengembang. Sehingga memang memilih ragi yang tepat sangatlah penting. Anda dapat memilih produk ragi yang sesuai dengan kebutuhan di Global Solusi Ingredia. Di sana, terdapat berbagai bahan pangan yang berkualitas dengan harga yang sesuai. GSI di Indonesia sudah cukup dipercaya oleh para pelanggannya, sedangkan di Malaysia, orang-orang sudah mengetahui bahwa PT GSI merupakan pusat penyedia bahan makanan terbaik.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:56

Hampir semua orang senang mengonsumsi cokelat. Bahkan beberapa orang menjadi penggemar setia cokelat. Memang cita rasa manis pada cokelat sangat cocok untuk dipadu padankan dengan berbagai olahan makanan, minuman, ataupun camilan. Seperti kue, permen, martabak, ataupun es krim. Di balik rasanya yang nikmat, cokelat juga memiliki banyak manfaat untuk tubuh dan pikiran. Contohnya untuk meningkatkan  mood.  Nah, berikut ini ada beberapa manfaat cokelat yang penting untuk Anda ketahui. Yuk simak uraiannya di bawah ini! Mengontrol Kadar Gula dalam Darah Cokelat yang manis dapat mengontrol gula darah? Ya, ini merupakan salah satu manfaat dari adanya kandungan flavonoid dalam cokelat. Senyawa flavonoid ini mampu untuk membantu kadar gula dalam darah sehingga dapat mencegah terjadinya resistensi insulin maupun diabetes. Baca juga:  Cari Tahu Bahan-Bahan Antimikroba Pada Makanan  Cokelat yang alami memiliki rasa yang agak sedikit pahit dan tidak terdapat rasa manis yang pekat. Rasa manis pada cokelat adalah hasil campuran gula pada olahan cokelat siap makan. Sehingga, yang bermanfaat baik bagi pencegahan diabetes adalah cokelat alami bukan cokelat hasil olahan pabrik dengan campuran gula. Oleh karenanya, dalam memilih cokelat untuk dikonsumsi, Anda perlu untuk lebih cermat. Perhatikan kandungan gula yang terdapat dalam cokelat. Jangan sampai kandungan gula melebihi batas normal karena dapat memicu penyakit yang tidak diinginkan. Sebab kadar gula atau pemanis buatan yang berlebihan akan mematikan manfaat baik dari cokelat. Memelihara Kesehatan dan Menjaga Fungsi Otak Manfaat cokelat yang berikutnya adalah kemampuannya untuk memelihara kesehatan otak serta menjaga fungsinya agar tetap bekerja dengan optimal. Manfaat tersebut lagi-lagi berasal dari kandungan flavonoid dalam cokelat yang dikonsumsi. Sehingga, jika Anda mengkonsumsi cokelat dengan jumlah yang tidak berlebihan, secara berangsur-angsur akan membuat daya ingat dan konsentrasi menjadi meningkat. Memperbaiki Kondisi Mood Manfaat cokelat berikutnya yang tentu sudah tidak asing lagi kita dengar adalah kemampuannya untuk memperbaiki kondisi  mood.  Namun, apakah hal tersebut benar? Ternyata kemampuan cokelat untuk meningkatkan  mood  disebabkan adanya kemampuan cokelat untuk menurunkan tingkat hormone kortisol dalam tubuh.  Pun, dapat merangsang otak untuk dapat melepaskan lebih banyak hormon  endorphin  serta hormone serotonin agar merasa lebih positif dan bahagia. Sehingga memang benar, bahwa cokelat sangat bermanfaat untuk memperbaiki kondisi  mood. Kenali Bahan Cokelat yang Baik Setelah mengetahui berbagai manfaat dari cokelat yang bisa kita dapatkan seperti di atas, jangan lupa pula untuk tetap selektif ketika sedang memilih cokelat yang akan dikonsumsi. Hal tersebut dikarenakan apabila cokelat yang dipilih memiliki kandungan pemanis buatan ataupun pengawet yang terlalu banyak, maka akan menimbulkan berbagai permasalahan kesehatan. Baca Juga:  Senyawa Antimikroba Pada Rempah-Rempah Seperti kerusakan gigi, obesitas (kelebihan berat badan), permasalahan kulit seperti jerawat, serta memicu reaksi alergi. Terutama bagi anak-anak, ketika mengkonsumsi cokelat harus tetap diawasi oleh orang tua agar tidak berlebihan. Sebab terdapat beberapa efek samping dari konsumsi cokelat yang berlebihan seperti sulit tidur, migrain, dan sembelit. Jadi, antara jumlah yang dikonsumsi dan kualitas produk cokelat juga akan dapat memberikan pengaruh berupa manfaat yang berbeda-beda. Agar Anda tidak bingung mengenai produk cokelat apa yang harus dipilih, silakan membelinya di Global Solusi Ingredia. Termasuk cokelat yang ingin dijadikan tambahan pada bahan pangan seperti kue, es krim, maupun minuman. Perusahaan ini menyediakan banyak sekali pilihan produk cokelat dengan kualitas yang premium.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:54

Senyawa antimikroba merupakan suatu senyawa yang memiliki kemampuan dalam menghambat ataupun menghentikan pertumbuhan dari berbagai mikroba yang merugikan. Dikarenakan aktivitas zat dalam senyawa antimikroba ini, sehingga dapat membuat suatu bahan makanan menjadi lebih sehat dan berumur panjang. Untuk menemukan zat antimikroba ini, Anda juga ternyata bisa mendapatkannya pada beberapa rempah-rempah,  lho! Indonesia Kaya Akan Rempah-Rempah Indonesia adalah negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah. Salah satu kekayaan sumber daya alam Indonesia terletak pada beragamnya rempah-rempah yang dapat ditemukan di tanah Indonesia. Sehingga, pada masa lampau, banyak sekali negara-negara yang datang ke Indonesia untuk mengeruk rempah-rempah yang ada di Indonesia. Baca juga:  Cari Tahu Bahan-Bahan Antimikroba Pada Makanan Nah, ternyata selain rempah-rempah ini dapat membuat masakan menjadi nikmat, beberapa rempah-rempah tersebut juga memiliki manfaat lain, seperti sebagai senyawa antimikroba. Yuk simak senyawa antimikroba pada rempah-rempah apa saja  sih  yang ada di Indonesia, berikut ini! Bawang Putih Bawang putih atau Allium sativum (nama ilmiah) tentu bukan menjadi barang asing lagi bagi kita semua. Karena memang penggunaan bawang putih sebagai bahan masakan hampir setiap hari kita gunakan pada berbagai menu masakan. Namun, tahukah Anda bahwa bawang putih memiliki kandungan senyawa antimikroba di dalamnya? Nah, meskipun kadang kita merasa kesal dengan aroma bawang putih mentah yang kurang sedap, namun di balik baunya tersebut, bawang putih dapat menjadi zat anti bakteri. Sehingga ketika kita menambahkan bahan masakan lalu (misalnya) ditumis dengan menggunakan bawang putih, bakteri yang terkandung di dalamnya dapat terbunuh. Selain mengandung senyawa antimikroba, bawang putih juga memiliki kandungan vitamin B6, Vitamin C, Vitamin B2, B3, dan B1, serta kalsium dan fosfor yang akan membantu memberikan manfaat baik bagi tubuh. Jahe Bumbu dapur yang memiliki nama ilmiah Zingiber officinale ini juga merupakan salah satu rempah-rempah yang sejak dulu memang sudah dikenal manfaatnya. Penggunaan jahe tidak hanya terbatas pada bumbu olahan masakan, namun juga untuk obat-obat herbal. Hal ini dikarenakan terdapatnya senyawa antimikroba pada jahe, dan berbagai senyawa baik lainnya. Senyawa antimikroba pada jahe ini membuat jahe memiliki sifat inflamasi yang sangat berguna jika kulit kita terluka serta sifat anti jamur yang membuat luka tidak mudah terjangkit infeksi yang buruk. Di samping itu, senyawa lain yang sangat bermanfaat dalam jahe adalah seperti senyawa terapeutik, zingerone, antioksidan, dan beberapa senyawa aktif lainnya. Kunyit Kunyit telah menjadi salah satu rempah-rempah yang banyak dipercaya oleh masyarakat Indonesia untuk menyembuhkan berbagai penyakit secara alami. Kunyit juga banyak digunakan sebagai bahan campuran bumbu-bumbu dapur. Di samping kegunaannya yang sangat beragam ini, kunyit atau Curcuma longa ternyata memiliki kandungan senyawa antimikroba di dalamnya,  lho! Senyawa antimikroba pada kunyit lebih dikenal dengan sebutan senyawa kurkumin. Senyawa ini memiliki sifat anti inflamasi dan juga dapat berfungsi sebagai antioksidan alami. Adanya senyawa tersebut membuat kunyit mampu membunuh bakteri penyebab penyakit (pathogen) yang merugikan. Baca juga:  Deretan Ide Minuman Untuk Jualan Terbaik Beserta Resep Sehingga dengan mengkonsumsi kunyit baik pada makanan ataupun meminumnya secara langsung seperti pada jamu, dapat membantu mencegah beberapa penyakit kronis seperti Alzheimer, penyakit jantung, bahkan kanker. Kunyit juga bagus dikonsumsi untuk wanita yang mengalami disminorhoeae atau nyeri saat datang bulan. Nah, ternyata banyak ya rempah-rempah yang dapat memberikan senyawa antimikroba pada makanan yang diolah. Namun memang tidak semua jenis makanan bisa ditambahkan rempah-rempah dalam olahannya. Seperti contohnya ketika membuat camilan buah-buahan ataupun jeli. Dalam hal ini, kamu dapat menambahkan zat antimikroba khusus apabila diperlukan. Untuk bisa mendapatkan produk tambahan antimikroba, salah satu rekomendasinya ada di Global Solusi Ingredia. Karena di sana telah tersedia lengkap berbagai bahan makanan dan bahan tambahan makanan seperti antioksidan, antimikroba, dan pengawet makanan. Produk yang dijual oleh Global Solusi Ingredia sudah mendapat jaminan halal, sehingga Anda tidak perlu khawatir. Pun, sudah mengantongi BPOM RI yang pasti aman dikonsumsi.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:52

Antimikroba pada makanan merupakan upaya menghambat kerusakan makanan yang disebabkan karena mikroba memproduksi racun. Metode pengawetan makanan yang ada juga banyak sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak. Misalnya ada cara mengawetkan makanan dari bahan alami sampai mengandalkan bahan kimia. Aktivitas pengawetan makanan pakai bahan alami cukup lekat di tengah kehidupan sehari-hari. Misalnya membuat asinan, membuat acar, penggaraman pada ikan dan sebagainya. Tak hanya itu, masih banyak upaya antimikroba pada makanan yang bisa diterapkan. Jadi gunakan yang paling sesuai dengan keinginan masing-masing. Sebagai referensi, berikut metode pengawetan makanan yang dapat diterapkan : Bawang putih untuk mengawetkan makanan Bawang putih menjadi bumbu dapur yang punya segudang manfaat. Misalnya untuk mengobati cacingan, mengatasi sakit tenggorokan, ambeien hingga sakit gigi. Bawang putih juga kerap digunakan untuk mengawetkan makanan. Baca juga:  Tips Mudah Memilih Gula Untuk Diabetes Kandungan allicin bawang putih punya manfaat untuk mematikan gram positif dan gram negatif. Bawang putih punya sifat antimikroba  E.coli, shigella sonnei staphylococcus  serta  aerogenes . Selain itu, bawang putih juga bermanfaat mengurangi jumlah bakteri aerob,  coliform  serta mikroorganisme sehingga makanan menjadi lebih awet. Andaliman, pengawet makanan dari Sumatera Utara Mungkin banyak yang mendengar andaliman untuk antimikroba pada makanan. Rempah ini memang banyak digunakan untuk bumbu di Sumatera Utara. Andaliman menjadi rahasia makanan yang mampu bertahan sampai tahan berhari-hari. Bentuk pengawet makanan ini bulat kecil layaknya merica tapi berwarna hijau. Andaliman sering digunakan untuk bahan memperkaya rasa karena senyawa antioksidan di alamnya. Dimana antioksidan tersebut mampu menjaga hidangan dari reaksi oksidasi yang membuat makanan jadi tengik. Andaliman juga punya senyawa antimikroba serta antioksidan yang cocok untuk pengawet alami makanan. Rimpang Temulawak Antimikroba pada makanan lain yang dapat digunakan untuk mengawetkan makanan adalah rimpang temulawak. Pastinya sudah banyak yang tahu mengenai bahan makanan ini. Rimpang adalah bagian batang temulawak yang terletak di bagian dalam tanah. Bagian tersebut sering digunakan untuk sumber antioksidan serta antimikroba. Pasalnya mengandung minyak atsiri  xanthorrhizol  dan juga  kurkuminoid  yang sangat kuat. Bagi yang belum tahu, fraksi kurkuminoid merupakan jenis komponen yang memberi warna kuning di dalam bagian rimpang temulawak. Komponen inilah yang memiliki aktivitas antioksidan. Sehingga sangat bagus untuk mencegah dan juga menetralkan radikal bebas tubuh manusia. Bunga Lawang Siapa sih yang tidak kenal dengan bunga lawang? Ini adalah salah satu rempah dengan bentuk khas dan juga sangat cantik. Rempah dapur ini juga lebih dikenal sebutan bunga lawang. Bentuk rempah ini menyerupai bintang yang mempunyai tujuh sampai delapan sisi berwarna coklat. Bunga lawang mempunyai kandungan senyawa anetol yang punya sifat antimikroba untuk digunakan sebagai pengawet alami. Aktivitas antimikroba di dalam senyawa ini juga diidentifikasi untuk menghambat bakteri, khamir dan kapang. Menurut penelitian, 5 mikro/ml ekstrak bunga lawang bisa menghambat bakteri  Bacillus subtilis  hingga  Penicillium chrysogenum  untuk berkembang. Baca juga:  Deretan Ide Minuman Untuk Jualan Terbaik Beserta Resep Antimikroba pada makanan memang penting supaya makanan tidak cepat membusuk atau basi. Agaknya menggunakan antimikroba alami cukup menyulitkan bagi Anda yang bergerak untuk produksi makanan dalam skala yang besar. Untuk itu, Anda bisa menggunakan produk-produk antimikroba alias pengawet dari Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini sudah sejak lama melayani produk pangan maupun produk tambahan pangan untuk produksi massal. Silakan pilih antimikroba terbaik yang sesuai untuk produk makanan Anda. Karena semua produk yang tersedia sudah mendapatkan BPOM RI dan sertifikat halal. Jadi, sudah pasti aman asal Anda menggunakannya dengan takaran yang pas. Segera hubungi kami dan dapatkan produk berkualitas internasional untuk Anda.

Contact Us

Contact Us