Banyak orang yang merasa khawatir dengan penggunaan sorbitol. Mungkin bagi beberapa orang, sorbitol merupakan suatu hal yang asing. Namun, bagi beberapa orang lain dalam industri terkait, sorbitol merupakan bahan yang sangat familiar. Nah, apabila anda baru mengenal atau mendengar tentang sorbitol, ada baiknya untuk anda mengetahui apa itu sorbitol, bagaimana kegunaannya, dan apakah sorbitol berbahaya? Untuk menjawab rasa ingin tahu anda, berikut ini telah disediakan ulasan mengenai sorbitol. Silakan, anda dapat langsung menyimaknya. Kenali Apa Itu Sorbitol Sebelum menyimpulkan apakah sorbitol merupakan bahan atau zat yang berbahaya, ada baiknya terlebih dahulu mengenali sorbitol dengan baik. Sorbitol pada dasarnya adalah zat pemanis dalam golongan gula alkohol atau disebut juga sebagai polyol yang merupakan turunan dari glukosa. Baca juga: Inilah Manfaat Minyak Sayur untuk Perawatan Tubuh Pemanis sorbitol dapat larut dalam air. Sorbitol secara alamiah bisa didapatkan pada beberapa jenis buah dan sayur. Ditinjau dari segi kalorinya, sorbitol tergolong ke dalam zat yang rendah kalori. Apabila dilakukan perbandingan dengan gula pasir, maka kalori dari sorbitol adalah lebih rendah 35% dari gula pasir. Penggunaan Sorbitol Nah, dikarenakan tingkat kalorinya yang rendah tersebut, sorbitol banyak digunakan sebagai campuran prodik multi-industri. Contohnya adalah pada produk farmasi atau pada makanan yang mengkalim sebagai olahan bebas gula. Di samping itu, sorbitol banyak digunakan sebagai pemanis produk kesehatan mulut. Di samping sebagai penambah rasa manis, sorbitol juga mampu memberikan tambahan cita rasayang lebih nikmat pada makanan dan data meningkatkan tekstur serta mempertahankan kondisi kelembapan. Jika anda ingin menggunakan sorbitol alami, anda dapat menemuinya pada buah-buahan seperti apel, plum kering, kismis, ceri, buah pir, persik aprikot, dan buah-buahan beri yang berada dalam family sorbus. Sorbitol alami ini juga bermanfaat bagi kesehatan seperti untuk mengendalikan gula darah. Apakah Sorbitol Berbahaya? Perihal bahaya atau tidaknya sorbitol sebetulnya kembali lagi kepada bagaimana jumlah sorbitol yang digunakan oleh seseorang dalam periode waktu tertentu. Sorbitol diharapkan dapat digunakan dalam takaran yang secukupnya, mengingat bahwa sorbitol juga mengandung gula. Apabila konsumsi gula berlebihan maka tentu akan menimbulkan efek yang berbahaya kepada tubuh. Dilansir dari situs SehatQ, penggunaan sorbitol dalam satu hari memang belum jelas penentuannya. Sebab , The Joint Food and Agriculture Organization (JECFA) juga mengategorikan asupan penggunaan sorbitol dengan kategori “tidak spesifik”. Hal tersebut mengindikasikan kategori paling aman dalam hal asupan rekomendasi kandungan makanan yang diteliti oleh JECFA. Di samping itu, Foods and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat memberikan rekomendasi lebih spesifik mengenai penggunaan sorbitol agar tidak memberikan efek yang berbahaya. Yakni disarankan dalam asupan harian, penggunaan sorbitol tidak boleh lebih dari 30 gram dalam sehari. Efek Samping Penggunaan Sorbitol Apabila anda menggunakan sorbitol dengan jumlah yang berlebihan, maka dikhawatirkan tubuh akan mengalami efek samping yang merugikan. Beberapa efek samping yang mungkin muncul dari asupan sorbitol yang tidak terkendali adalah sebagai berikut: – Diabetes, akibat cedera dalam saraf dan pembuluh darah – Gangguan ginjal, akibat peningkatan kinerja ginjal menyaring zat – Gangguan pencernaan, yang meliputi kram, perut kembung, bahkan diare – Kerusakan mata, seperti contohnya katarak – Sesak nafas – Rasa haus yang berlebihan – Volume urin berkurang dan menyebabkan tubuh tidak fit – Pada beberapa orang, terdapat gangguan kulit seperti gatal, alergi, dan kulit yang melepuh Sedangkan untuk ibu hamil, penggunaan sorbitol tambahan pada bahan makanan bisa dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Di samping itu, sebetulnya masih terdapat bahan pemanis makanan lainnya yang aman bagi kesehatan dan dapat digunakan untuk pengganti gula pasir. Baca juga: 5 Teknik Membuat Adonan Roti yang Pasti Berhasil Untuk dapat mengetahui apa saja bahan pemanis yang aman dan direkomendasikan sebagai bahan pangan, anda dapat mengunjungi website PT GSI (Global Solusi Ingredia). GSI dikenal sejak lama sebagai pusat penyedia bahan pangan yang terpercaya. Anda dapat berkonsultasi dan mencari solusi perihal bahan pangan yang terbaik sesuai dengan kebutuhan anda di PT GSI. Pastikan anda mengecek terlebih dahulu produk-produk apa saja yang tersedia di PT GSI melalui https://globalsolusiingredia.com/product/ . Nah, itu dia ulasan mengenai sorbitol dan bagaimana kemungkinan bahayanya. Semoga bermanfaat!
Diekstrak dari biji-bijian seperti kedelai, zaitun, kapas, dan kacang sawit, minyak sayur dikenal dengan banyak manfaat kesehatannya. Mengandung asam lemak omega-3, minyak sayur sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Minyak sayur tidak hanya meningkatkan rasa dan tekstur makanan tetapi juga membuatnya sangat sehat untuk dimakan. Minyak sayur dikenal kaya akan berbagai nutrisi sehingga dianggap penting untuk pertumbuhan dan metabolisme. Jika Anda suka mencari produk skincare, cobalah minyak nabati juga. Berikut ini adalah manfaat dari minyak sayur bagi kesehatan. Melembabkan Kulit Solusi sempurna bagi mereka yang memiliki kulit kering, minyak sayur mengandung asam linoleat yang menciptakan lapisan pelindung pada permukaan kulit Anda dan membuatnya tetap lembab. Selain itu minyak sayur juga mencegah kerusakan kulit yang disebabkan oleh bahan kimia seperti asam urat. Baca juga: 5 Teknik Membuat Adonan Roti yang Pasti Berhasil Salah satu minyak sayur terbaik untuk merawat kulit kering adalah minyak alpukat. Karena adanya lemak, protein, dan antioksidan, minyak alpukat dapat menyehatkan kulit Anda secara efektif. Mencegah Kerusakan Bibir Bertindak sebagai pelumas yang hebat, minyak nabati seperti minyak zaitun dan kelapa dapat menghidrasi bibir Anda dan mencegah retak. Menjadi kaya vitamin E, mereka melindungi bibir Anda dari pecah-pecah. Anda bisa menggunakan minyak sayur sebagai lip balm dan merasakan manfaatnya. Mengobati Jerawat Karena mengandung asam laurat, minyak nabati seperti kelapa dapat membunuh bakteri penyebab jerawat. Minyak tamanu adalah solusi lain untuk jerawat. Minyak tamanu juga memiliki fungsi yang membantu dalam memerangi kuman, bakteri dan virus yang dikenal untuk kesehatan kulit afektif. Mengurangi Lingkaran Hitam di Mata Minyak jarak dianggap efektif menghilangkan lingkaran hitam. Ia bekerja dengan mensintesis kolagen dan elastin di dalam tubuh. Dengan meremajakan kulit Anda, dapat mengurangi lingkaran hitam. Selain itu, minyak sayur ini bermanfaat dapat mencerahkan warna kulit Anda karena adanya asam laktat di dalamnya. Hair Conditioning Minyak sayur (seperti minyak bunga matahari dan minyak kelapa) juga dapat mengkondisikan rambut. Zat minyak tersebut menembus rambut dan mengurangi tingkat penyerapan air, sehingga meminimalkan pembengkakan dan kerusakan rambut. Minyak sayur bermanfaat mengurangi kelelahan hygral (pembengkakan dan pengeringan berulang) sehingga dapat mencegah kerusakan rambut. Dapat Mencegah Ketombe Minyak kelapa dapat membantu mencegah pertumbuhan Malassezia, yaitu semacam jamur seperti yang menyebabkan ketombe. Sebuah penelitian menemukan bahwa orang yang mengoleskan minyak kelapa ke kulit kepala memiliki kasus ketombe yang lebih rendah. Dapat Meningkatkan Pertumbuhan Rambut Minyak zaitun dapat meningkatkan pertumbuhan rambut. Sebuah penelitian menemukan bahwa oleuropein, konstituen utama dari daun dan buah zaitun, mendorong pertumbuhan rambut pada tikus telogenik. Dapat Mencegah Peradangan Kulit Kepala Minyak sayur seperti zaitun, biji anggur, bunga matahari, kelapa, safflower, alpukat, kacang tanah, wijen, dan minyak jojoba mengandung asam lemak esensial yang mencegah kerusakan oksidatif, peradangan, kerusakan UV, dan degenerasi penghalang kulit. Minyak almond membantu mencegah gatal dan menenangkan kulit. Semua minyak nabati ini mungkin juga memiliki efek yang sama pada kulit kepala dan membantu menjaga kesehatan kulit kepala yang optimal. Baca juga: Cara Memilih Minyak Sayur yang Tepat untuk Sehari-Hari Melindungi Rambut dari Kerusakan Panas Anda dapat menggunakan beberapa tetes minyak sayur sebagai pelindung rambut. Minyak sayur melapisi rambut dan melindunginya dari kerusakan yang disebabkan oleh alat penata rambut yang panas. Ini juga menambah kilau dan pantulan pada rambut dan melindunginya dari lingkungan yang berpotensi untuk merusak rambut. Melindungi tubuh kita memang perlu usaha yang berlebih, kegiatan yang rutin, dan pengetahuan yang tepat dalam menjaga tubuh agar tetap sehat. Untuk mengakomodasi hal tersebut, GSI dapat menyediakan Anda bahan masakan yang kaya akan minyak sayur yang bisa diaplikasikan dalam makanan ataupun non-makanan. Cocok untuk konsumsi harian maupun industry.
Tekstur yang lembut menjadikan roti sebagai makanan favorit semua orang. Namun, sedikit sekali yang mengetahui teknik pembuatannya. Padahal ini merupakan hal yang menarik, karena mungkin saja kita bisa recook tanpa harus membeli. Artikel ini akan membahas terkait teknik membuat adonan roti agar hasilnya kali dan empuk ketika sudah jadi. Silakan perhatikan dengan seksama jika Anda ingin membuat aneka jenis roti sendiri di rumah. 5 Teknik Membuat Adonan Roti Anti Gagal Berikut lima teknik membuat adonan roti anti gagal dan pasti empuk yang dimulai dari no time dough: 1. No Time Dough No Time Dough adalah salah satu teknik membuat adonan roti di mana semua bahannya diaduk menjadi satu. Untuk membuat adonan roti dengan teknik ini memerlukan bahan pelembut dan penguat adonan agar mempercepat fermentasi dan meningkatkan tekstur roti yang dibuat. Baca juga: 2. Sponge and Dough Teknik membuat adonan roti selanjutnya adalah Sponge and Dough. Teknik ini terdiri dari dua proses, pertama ada proses pencampuran adonan sebanyak dua kali dan proses fermentasi sebanyak dua kali. Sebagian bahan roti nantinya diaduk dan dibentuk menjadi adonan. Lalu difermentasikan kurang lebih selama 4-6 jam. Setelah tahap fermentasi pertama, sisa bahan adonan roti dicampur lagi dengan adonan tersebut dan difermentasi dalam durasi yang singkat, sekitar 30 menitan. 3. Straight Dough Straight dough merupakan teknik membuat adonan roti yang umum diterapkan. Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat roti dengan teknik stragiht dough adalah air, gula, garam, mentega, dan ragi. Kelima bahan ini kemudian diaduk dan diubah menjadi adonan. Adonan yang sudah dibentuk tadi kemudian difermentasi sekitar 3 jam. Ketika proses fermentasi memasuki 80%, adonan roti akan jadi kempis. Lalu, adonan akan kembali dibulatkan dan proses fermentasi berlanjut. Setelah difermentasi, adonan roti dapat dibentuk dan dipanggang. 4. Delayed Salt Sekilas teknik delayed salt hampir mirip dengan straight dough. Bedanya, delayed salt memasukkan mentega dan garam saat proses fermentasi sedang berjalan. Hal Ini bertujuan untuk mempercepat proses fermentasi. Jenis tepung yang dapat difermentasikan hingga 3 jam cocok digunakan pada teknik delayed salt. Kemudian, proses fermentasi roti yang dibuat dengan teknik delayed salt berlangsung lebih cepat karena garamnya dimasukkan di tengah-tengah proses fermentasi. 5. Yudane Prinsip dari teknik ini adalah mencampurkan terigu dengan air mendidih sehingga tampak seperti direbus. Teknik yudane membuat adonan roti mempunyai cairan yang lebih banyak karena adanya gluten. Rasanya pun lebih manis. Untuk membuat roti dengan teknik yudane, diperlukan 20% terigu dari total yang digunakan dalam adonan serta rasio antara air dan tepung adalah 1 banding 1. Teknik yudane menghasilkan roti yang lembut, manis, serta tahan lama, sekitar 2-3 hari di kulkas. Membuat adonan roti semakin menyenangkan dengan Global Solusi Ingredia Jika Anda ingin membuat roti yang lezat, tentu Anda membutuhkan bahan-bahan terbaik. Kini, Bahan-bahan tersebut bisa Anda dapatkan di Global Solusi Ingredia. Baca juga: Bekerja sama dengan Global Specialty Ingredients dari Malaysia yang berpengalaman menyediakan suplai komposisi makanan selama lebih dari 15 tahun, Global Solusi Ingredia siap menjadi solusi untuk mendukung industri makanan di Indonesia dengan produk terbaiknya. Global Solusi Ingredia menyediakan berbagai bahan untuk membuat adonan roti seperti pengemulsi untuk menjaga roti tetap stabil dan meningkatkan rasa roti buatan Anda. Kemudian, GSI juga memiliki enzim yang dapat membantu proses fermentasi roti sehingga teksturnya lebih lembut dan tampilannya lebih bagus. Untuk membuat roti semakin nikmat, GSI menyediakan ingredients cokelat dengan rasa yang kaya dan tekstur yang lembut. Untuk informasi lebih lanjut seputar produk GSI dan konsultasi dapat mengunjungi situsnya langsung.
Minyak sayur merupakan benda cair yang hukumnya wajib ada di dapur. Dapur tanpa minyak sayur rasanya kurang lengkap, karena kegiatan menumis hingga menggoreng berbagai jenis makanan pasti menggunakan bahan dapur yang satu ini. Beberapa contoh jenis minyak sayur yang beredar di pasaran misalnya minyak canola, minyak biji bunga matahari, minyak biji kedelai, serta yang paling populer adalah minyak zaitun dan kelapa sawit. Pengunaan Minyak Sayur untuk Tubuh Namun sayangnya, sebuah asumsi menyebutkan bahwa penggunaan minyak sayur berlebih disebut-sebut bisa memberikan efek tidak baik kepada tubuh. Padahal hal ini tidak seluruhnya benar. Pemilihan minyak sayur yang tepat menjadi salah satu cara meminimalisir efek negatif ke tubuh. Tentunya cara ini juga membuat hidup lebih sehat. Cara Memilih Minyak Sayur Ada beberapa tips yang bisa digunakan bagi Anda yang sedang bingung memilih minyak sayur mana yang tepat. SImak ulasan berikut ini! Baca juga: Emulsifier, Apakah Halal Atau Haram? Tekstur Tekstur merupakan hal pertama yang bisa digunakan untuk mengetahui kualitas minyak sayur secara visual. Pilihlah minyak sayur yang teksturnya encer dan tidak terlalu kental. Kemudian dari segi warna, minyak sayur yang baik mempunyai kadar air rendah sehingga berwarna jernih. Usahakan untuk mencari minyak sayur yang tidak berbusa. Bahan Minyak sayur yang bagus tentunya dibuat dari bahan dasar pilihan berkualitas. Bahan-bahan dasar pilihan dengan fungsi masing-masing digabungkan untuk menghambat pembentukan kristal dalam minyak sayur. Kandungan Lemak Minyak sayur yang bagus adalah minyak yang melewati proses penyulingan dengan beberapa perlakuan pada bahan dasar. Dalam minyak sayur terdapat kadungan asam lemak tak jenuh dan asam lemak jenuh yang mempunyai manfaat bagi tubuh jika dikonsumsi dalam batas yang wajar. Kandungan asam lemak ini juga yang berfungsi untuk meminimalisir timbulnya peradangan serta sebagai anti bakteri. Mudah Larut Tekstur minyak sayur yang jernih dan encer tidak membuat makanan yang digoreng menyerap terlalu banyak minyak. Minyak sayur yang bagus juga membuat gorengan lebih renyah. Lebih daripada itu, minyak sayur yang baik adalah minyak yang larut dalam tubuh, artinya minyak tidak menimbulkan efek gumpalan pada tubuh. Global Solusi Ingredia menyediakan jenis produk yang bisa digunakan untuk membuat minyak sayur Anda menjadi minyak sayur yang sehat. GSI merupakan produsen bahan khusus dari Jepang dan Amerika Serikat yang saat ini mendominasi industri bahan makanan. Produk bahan makanan diolah dengan memperhatikan persyaratan kualitas yang ketat di berbagai industri makanan. Baca juga: Penyebab Adonan Kue Kering Terlalu Keras Produk EN-HANCE salah satunya, produk ini merupakan campuran sinergis yang diformulasikan dengan bahan aktif dan sudah teruji. Produk campuran minyak sayur ini bekerja untuk melindungi makanan dari oksidasi yang dapat menghilangkan rasa, warna, dan aroma saat makanan larut dan dipanaskan. EN-HANCE juga hadir dalam bentuk cair agar lebih ekonomis, mudah digunakan, dan larut dalam minyak. Ada beberapa manfaat yang bisa didapatkan dengan menambahkan produk EN-HANCE ke dalam minyak sayur Anda. Yaitu untuk menghentikan radikal bebas, melindungi minyak dari lemak oksidasi, membantu mempertahankan nilai gizi, mempercepat pemanasan minyak sayur, dan masih banyak lagi keunggulan yang bisa didapatkan pada produk EN-HANCE. Jika menginginkan masakan tidak berubah pada bau, rasa, dan warna yang signifikan, Anda perlu menambahkan produk EN-HANCE ke dalam minyak sayur Anda. Beberapa produk EN-HANCE antara lain: EN-HANCE®TBHQ, EN-HANCE® BHA, EN-HANCE® BTH, EN-HANCE® ASCORBYL PALMITATE, EN-HANCE® AP10-LIQUID, dan EN-HANCE® A131-TBHQ LIQUID.
Camilan seperti kue kering merupakan makanan non -pokok yang terkadang wajib tersedia di rumah, apalagi saat sedang ada tamu berkunjung. Membuat kue kering sendiri bagi sebagian orang juga tidak mudah. Beberapa kesalahan dalam membuat kue kering seringkali membuat kue kering menjadi terlalu keras sehingga susah digigit. Biasanya, kue kering menjadi keras karena adonannya yang kurang pas atau melakukan kesalahan dalam proses membuatnya. Berikut beberapa penyebab yang perlu diketahui agar kue kering yang dibuat tidak keras. 1. Terlalu banyak mengaduk dalam waktu lama Adonan untuk kue kering apabila diaduk lama dengan tenaga yang terlalu berlebihan dapat membuat adonan kue menjadi bantat dan keras. Baca juga: Perbedaan Minyak Sayur dan Minyak Goreng 2. Jumlah telur kurang Telur memiliki fungsi untuk membuat adonan kue kering menjadi lembut. Apabila jumlah telur yang ditambahkan ke adonan kurang, maka akan menyebabkan kue kering yang dibuat mengeras. 3. Terlalu lama memanggang kue Dalam memanggang kue kering, memang seharusnya membutuhkan waktu yang cukup lama dibandingkan memanggang kue pada biasanya. Namun, pemanggangan kue juga tidak boleh terlalu lama sehingga membuat kue menjadi terlalu matang, keras, dan bahkan gosong. Idealnya, waktu yang dibutuhkan untuk memanggang kue kering berkisar selama 20 menit dengan suhu sekitar 130-170 derajat Celcius. 4. Menambahkan adonan dengan tepung terigu Ketika membuat adonan kue, biasanya ditambahkan tepung terigu karena adonan yang dibuat terasa melebar. Padahal, tepung terigu yang ditambahkan tersebut tidak harus dilakukan. Caranya, adonan cukup ditempatkan dan didiamkan di atas loyang dalam waktu sekitar 30-60 menit sebelum dipanggang. 5. Terlalu membuat kalis adonan Berbeda dengan adonan roti atau kue lainnya, adonan untuk kue kering ini tidak perlu dibuat hingga menjadi kalis. Adonan kue kering ini justru lebih baik dibiarkan lebih lembek agar nantinya ketika kue sudang matang tidak terlalu keras. 6. Takaran bahan yang kurang pas Umumnya, ketika membuat kue maka dibutuhkan beberapa alat pengukur seperti timbangan atau gelas ukur guna mempermudah dalam menakar bahan. Penakaran bahan-bahan yang tepat akan membuat proporsi bahan dalam adonan kue menjadi pas. Apabila komposisi bahan yang digunakan melebihi atau kurang dari takaran seharusnya, tentu bisa menyebabkan adonan kue kering menjadi terlalu lembek, alot, atau bahkan gagal jadi. Untuk itu, ketika membuat kue kering ini perlu memperhatikan berbagai aspek terutama dalam proses pembuatan adonannya dan bahan-bahan yang digunakan. Bahan-bahan berkualitas yang digunakan dalam membuat kue kering sangatlah diperlukan karena memiliki standar dan mutu yang terjamin, contohnya seperti beberapa produk bahan kue dari Global Solusi Ingredia. Global Solusi Ingredia merupakan perusahaan penyedia bahan-bahan makanan yang telah mendominasi industri bahan makanan saat ini. Produk yang dijual juga telah tersertifikasi ISO 9001 dan berlabel Halal sehingga terjamin mutu dan kualitasnya. Baca juga: Emulsifier, Apakah Halal Atau Haram? Adapun untuk bahan-bahan kue, Global Solusi Ingredia memiliki beragam kategori produk mulai dari pengembang adonan, lemak, topping powders , pengemulsi, dan lainnya. Pengemulsi merupakan bahan terpenting dalam adonan kue karena membuat kue menjadi lembut dan mengembang. Beberapa produk pengemulsi dari Global Solusi Ingredia di antaranya, GLYCEROL MONOSTEARATE (GMS-SE), DISTILLED MONOGLYCERIDES (DMG), GLYCEROL MONOOLEATE (GMO), POLYOXYETHYLENE SORBITAN MONOOLEATE (Polysorbate 80), CITRIC ACID ESTERS OF MONO AND DIGLYCERIDES (CITREM), dan POLYGLYCEROL POLYRICINOLEATE (PGPR). Produk-produk tersebut juga telah tersertifikasi sehingga tidak perlu diragukan keamanan dan kehalalannya. Membuat kue berbahan produk Global Solusi Ingredia, hasil kue bertekstur lembut dan terasa kelezatannya.
Banyak terjadi perdebatan terkait dengan emulsifier apakah zat itu dicap halal atau haram. Apakah emulsifier itu sendiri? Emulsifier adalah zat kimia yang membuat lemak terdispersi dalam air atau tetesan air yang terdapat dalam lemak atau minyak. Pengemulsi digunakan dalam makanan yang mengandung lemak (atau minyak) dan air. Contoh pengemulsi adalah lesitin, mono dan digliserida. Pengemulsi dapat dibuat dari sumber hewani atau nabati. Apa itu emulsifier Emulsifier sumber hewani dinilai lebih berpotensi menimbulkan sifat haram daripada halal. Alasannya ialah, ketika dibuat dari sumber hewani, pengemulsi cenderung mengandung kandungan dari tulang hewan. Jikalau hewan tersebut ialah hewan halal dan disembelih dengan cara halal, maka hukumnya ialah halal. Namun, seringkali kita tidak mengetahui hewan apa yang dipakai sebagai bahan dasar pengemulsi tersebut. Sumber emulsifier Berbeda dengan tanaman, pengemulsi berbahan dasar tanaman lebih dicap kehalalannya. Hal ini karena tanaman tidak dibatasi masalah halal dan haramnya. Oleh karenanya, apabila pengemulsi atau emulsifier dibuat dengan sumber dari tanaman, maka bisa dipastikan halal, karena tidak melalui proses penyembelihan. Baca juga: Emulsifier Pada Minuman, Amankah untuk Kesehatan? Contoh emulsifier berbahan nabati Terdapat beberapa contoh emulsifier. Contoh yang pertama ialah lesitin. Lesitin adalah campuran lemak yang penting untuk sel-sel dalam tubuh manusia. Ini dapat ditemukan di banyak makanan, termasuk kedelai dan kuning telur. Dalam makanan, lesitin adalah sumber utama kolin, nutrisi yang mirip dengan vitamin B. Lesitin diubah menjadi asetilkolin, zat yang mentransmisikan impuls saraf. Orang menggunakan lesitin untuk penyakit Alzheimer dan demensia, penyakit parkinson, dan banyak kondisi lainnya, tetapi tidak ada bukti ilmiah yang baik untuk mendukung penggunaan ini. Dengan fakta ini, jika menemukan pengemulsi dengan kandungan lesitin, maka dapat dipastikan halal. Contoh emulsifier berbahan hewani Contoh yang kedua ialah mono dan digliserida. juga disebut mono- dan digliserida asam lemak, jenuh atau tidak jenuh, adalah campuran monogliserida (umumnya dengan 40-90%) dan digliserida, dan juga termasuk sejumlah kecil trigliserida. Ini adalah pengemulsi yang paling banyak digunakan dalam makanan dan dengan nomor aditif makanan Eropa E471. Bahan baku utama yang terlibat dalam produksi mono dan digliserida adalah asam lemak dan gliserol, keduanya secara alami terdapat dalam lemak/minyak nabati dari hewan (misalnya sapi, babi) dan sayuran (berbagai biji tanaman). Untuk halal atau tidaknya, contoh emulsifier jenis ini beresiko haram, karena mengandung potensi sumber hewani yaitu babi. Dimana sumber hewani dari babi merupakan zat yang haram dalam islam walaupun konsentrasinya kecil. Untuk itu, dari kedua jenis diatas, emulsifier yang memiliki kemungkinan lebih tinggi haramnya ialah monogliserida. Hasil penelitian Menurut penelitian dari Universitas Putra Malaysia, status kehalalan emulsifier E471 menjadi dipertanyakan, jika sumber asal nabati atau hewani tidak disebutkan dalam label. Isu ini menjadi semakin penting mengingat banyak isu baru-baru ini terkait dengan penggunaan emulsifier E471 dalam produk makanan tertentu seperti kopi dan mayones. Juga, ada beberapa spekulasi bahwa E471 di beberapa merek komersial cokelat bisa jadi emulsifier yang berasal dari hewan. Dalam kasus seperti ini, mungkin perlu memiliki metodologi analitis yang dapat membantu melacak sumber asal emulsifier. Baca juga: Jenis Emulsifier yang Biasa Digunakan untuk Industri Makanan Kesimpulan Kesimpulannya, pembeli bahan makanan atau produsen kue, harus sangat jeli dalam melihat kandungan atau komposisi dari bahan tersebut. Karena jika ada kesalahan sedikit saja, bisa menimbulkan keputusan yang fatal apakah halal atau tidak. Namun walau begitu, pembeli dapat melihat logo halal atau haram yang telah diberi cap oleh Majelis Ulama Indonesia. Sehingga, pembeli tidak perlu kuatir dalam memilih produk emulsifier. Salah satu sumber untuk membeli emulsifier halal adalah melalui GSI. GSI adalah salah satu produsen bahan makanan halal yang menjamin produk emulsifier bebas bahan hewani. Emulsifier dijamin halal dikonsumsi karena sudah didukung oleh BPOM dan MUI.