Siapa yang tidak suka Pie Susu? Makanan yang satu ini memiliki cita rasa manis dan gurih sehingga sangat cocok untuk dihidangkan sebagai makanan untuk tamu atau saat kumpul keluarga. Ketika membuat pie susu, sering kali kita mencari tips pie susu tahan lama . Tidak dapat dipungkiri, untuk orang-orang yang baru saja belajar membuat pie susu, tidak jarang pie susu yang dibuatnya sering cepat lembek dan tidak tahan lama. Hal ini tentunya sangat menyebalkan apalagi ketika Anda harus membuat pie susu dalam jumlah banyak untuk acara keluarga keesokan hari. Lalu, sebenarnya bagaimana tips untuk membuat pie susu yang lebih tahan lama? Mari langsung simak uraian 3 Tips Pie Susu Tahan Lama di bawah ini dan boleh Anda catat agar tidak lupa! Baca juga : Pastry atau Bakery? Yuk, Kenali Dulu Apa Saja Produk Bakery! Jangan Terlalu Lama Menguleni Adonan Salah satu permasalahan umum dalam membuat pie susu adalah kulit pie yang kurang renyah dan mudah cepat lembek. Hal yang menyebabkan itu semua terjadi adalah karena Anda menghabiskan terlalu lama waktu saat menguleni adonan. Padahal, untuk membuat pie susu hanya perlu diaduk sampai rata saja. Sebab, setelah itu, kulit pie akan digiling atau dipipihkan untuk kemudian dimasukann ke dalam cetakan panggangan. Nah, dalam proses pemipihan adonan itu, seluruh adonan akan lebih tercampur rata karena butiran-butiran tepung yang apabila dirasa kurang menyatu akan lebih menyatu saat dipipihkan. Dengan tidak terlalu lama menguleni adonan, ini juga membuat adonan lebih kering karena terhindar dari kelembaban akibat bersentuhan dengan tangan dan wadah adonan. Simpan di Dalam Lemari Es Terlebih Dahulu Tips lainnya agar pie susu lebih tahan lama kerenyahannya adalah dengan memanfaatkan lemari es. Anda dapat menyimpan kulit pie yang telah diuleni ke dalam lemari es terlebih dahulu sebelum adonan itu dicetak ke dalam loyang pemanggangan. Selama kurang lebih 5 sampai dengan 10 menit saja. Hal ini untuk menghindari lemak dalam adonan mencair. Namun pastikan bahwa Anda tidak menyimpannya lebih dari 10 menit atau sampai 1 jam. Karena hal itu akan membuat adonan mencapai titik beku yang akan merusak struktur adonan. Buatlah Lapisan Kulit yang Lebih Tinggi Tips pie susu tahan lama berikutnnya adalah dengan mencetak kulit pie lebih tinggi. Yakni dalam ukuran 2 milimeter sampai dengan 5 milimeter dari bibir dan dasar cetakan. Hal ini dikarenakan ulit pie akan turun saat dipanggang dan akan menjadi kisut saat dikeluarkan dari pemanggangan. Apabila kulit pie terlalu kisut, maka kurang mampu menahan isian susu yang di dalamnya. Sehingga rentan untuk pecah dan bocor. Ini juga berkaitan dengan hasil akhir kue pie susu yang nikmat dan renyah. Baca juga : Kreasi Roti Bakar Rumahan Istimewa Nah, itu dia beberapa tips untuk membuat pie susu yang lebih tahan lama dan tentunya nikmatnya tetap terasa. Di samping itu, untuk membuat pie susu yang awet atau tahan lama, Anda perlu untuk memilih bahan-bahan berkualitas. Anda bisa menemukan bahan kue kualitas terbaik untuk membuat pie susu salah satunya di PT Global Solusi Ingredia atau GSI. Cukup kunjungi portal produk GSI di tautan https://globalsolusiingredia.com/product/ . Jika Anda mengalami kesulitan saat menentukkan produk mana yang paling cocok untuk membuat pie susu, anda dapat langsung klik tombol FREE CONSULTATION yang terdapat pada website tersebut. Demikian ulasan mengenai tips pie susu tahan lama , semoga bermanfaat!
Saat Anda memasuki toko kue atau toko roti, Anda pasti akan melihat banyak sekali berbagai jenis hidangan kue, roti, bakery, pastry, dan berbagai makanan yang mungkin Anda tidak yakin bagaimana menyebutnya. Tapi, secara umum Anda tahu bahwa itu adalah produk bakery . Untuk Anda yang tertarik untuk mengetahui lebih lanjut tentang dunia perbakingan, Anda pasti sering sulit membedakan antara pastry dan bakery. Oleh karena itu, dalam artikel kali ini terlebih dahulu akan dibahas tentang perbedaan pastry dan bakery lalu secara lebih lanjut membahas jenis-jenis bakery. Supaya anda tidak lagi penasaran, yuk langsung saja simak dengan seksama ulasannya di bawah ini, ya! Pastry atau Bakery? Inilah Perbedaannya Pastry dan bakery keduanya sama-sama terbuat dari bahan dasar berupa terigu. Pada dunia perhotelan misalnya, kedua produk ini termasuk ke dalam section atau bagian yang dihidangkan sebagai makanan penutup dan sarapan. Bersandingan dengan menu lainnya seperti roti, kue, ice cream, dan lain-lain. Baca juga : Cek Perbedaan Pastry dan Bakery yang Harus Anda Tau Untuk pastry sendiri, secara harfiah berarti ‘kue’, ini diambil dari bahasa Perancis yakni kata ‘patisserie’. Patiasih dan Sudewi dalam karyanya di tahun 2005 memberikan pengertian yang lebih rinci mengenai pastry. Menurut mereka, pastry terlihat dari adonan yang berlapis-lapis dengan mentega dan lemak. Lapisan dari adonan pastry ini berupa lembaran tipis yang sampai matang pun akan tetap terasa lapisan-lapisannya. Ada beberapa mutu produk pastry yang sangat penting untuk diperhatikan yakni seperti consistency ( kemantapan – ketetapan adonan), nutritional content (gizi), texture, flavor, dan lain sebagainya. Kemudian, ketika melihat pada jenis-jenis pastry, maka akan terlihat bahwa semua produk pastry umumnya memakai bahan utama berupa margarin, tepung, air, dan bahan gula. Produk pastry yang saat ini paling terkenal adalah croissant. Sedangkan, produk bakery adalah merujuk pada penjelasan proses pemanggangan ( bake ). Bakery dari asal katanya adalah ‘bake’ di dalam bahasa Inggris yang berarti dipanggang atau dibakar (dalam oven). Produk bakery sendiri merujuk pada setiap adonan yang melalui proses pemanggangan hingga menjadi suatu makanan yang siap untuk dihidangkan. Dari segi bahan, bakery meliputi berbagai bahan utama seperti telur, tepung terigu, mentega, susu, lemak, bahan pengembang, dan bahan gula. Jenis-jenis Produk Bakery Untuk mengetahui apa saja jenis produk bakery , di bawah ini adalah beberapa jenis yang penting untuk Anda dapat bedakan antara satu dengan yang lainnya. Roti (bread) Produk bakery yang tentu sudah sangat familiar adalah roti. Produk ini dibuat dari bahan-bahan seperti tepung terigu, ragi, garam, susu, telur, margarin, sedikit air, dan beberapa bahan tambahan lainnya. Hal yang menjadi ciri khas roti adalah dalam proses fermentasi ragi agar adonan ( dough ) mengembang sempurna. Kue ( Cake ) Jenis bakery berikutnya adalah kue. Cita rasa dari kue umumnya adalah manis dengan tekstur yang lembut. Meskipun beberapa kue ada yang bercita rasa asin seperti contohnya Japanese Cheesecake. Kue sendiri memiliki dua jenis utama jika dilihat dari segi teksturnya, yakni pound cake yang bertekstur lebih padat. Lalu ada pula sponge cake yang bertekstur lebih lembut, empuk, dan halus. Biskuit (cookies) Jenis produk bakery berikutnya adalah biskuit. Pada dasarnya, biskuit adalah kue kering yang memiliki tingkat kekerasan lebih tinggi dari kue panggang lainnya. Biarpun begitu, biskuit bisa dibuat dari adonan keras ( hard dough ) maupun adonan lunak ( soft dough ). Baca juga : Penyebab Adonan Kue Kering Terlalu Keras Sedangkan untuk pastry, meskipun dapat digolongkan juga ke dalam bentuk bakery karena proses pembuatannya yang dipanggang. Namun beberapa toko umumnya membedakan pastry dari produk bakery lainnya dikarenakan teknik adonan yang khusus dan harganya yang cenderung lebih tinggi. Untuk Anda yang sedang mencari bahan-bahan terbaik untuk membuat pastry maupun bakery, Anda bisa langsung mengunjungi web PT Global Solusi Ingredia (GSI) di tautan https://globalsolusiingredia.com/ . GSI telah dikenal bertahun-tahun sebagai penyedia bahan pangan terlengkap dan terbaik. Jika Anda mengalami kesulitan menemukan bahan pangan yang dimaksud, jangan sungkan pula untuk langsung klik tombol FREE CONSULTATION pada web tersebut. Sehingga Anda akan dibantu dalam menemukan produk bakery dan bahan-bahannya. Demikian, semoga bermanfaat!
Tepung roti adalah salah satu bahan pangan yang banyak digunakan dalam berbagai macam makanan. Seperti untuk membuat nugget, risoles, pisang krispi, onion ring, sosis gulung, dan banyak lagi yang lainnya. Macam-macam tepung roti bisa Anda temukan untuk berbagai makanan tadi. Tepung roti atau yang biasa disebut juga dengan nama breadcrumbs (bahasa Inggris) bisa Anda dapatkan dengan mudah di toko kue konvensional maupun online. Beberapa tepung roti yang dijual memiliki karakteristik warna dan tekstur yang berbeda serta kegunaan yang berbeda. Penting untuk Anda mengetahui macam-macam tepung roti agar tidak salah pilih . Nah, untuk mengenali ada jenis tepung roti apa saja yang bisa Anda gunakan, mari langsung simak ulasan di bawah ini, ya! 1. Jenis Tepung Roti Putih Kering Varian tepung roti yang dapat Anda temukan dengan mudah dipasaran adalah tepung roti dengan putih kering. Jenis tepung roti yang satu ini biasanya digunakan untuk membuat berbagai jenis makanan untuk lauk pauk. Misalnya, jika Anda ingin membuat ikan goreng yang lebih renyah, maka Anda dapat membalutnya dengan tepung roti putih kering. Begitu pula untuk ayam, daging merah, atau sayuran, Anda dapat menggunakan jenis tepung roti putih kering ini untuk menciptakan tekstur dan cita rasa yang renyah. Baca juga : Penyebab Adonan Kue Kering Terlalu Keras Pada umumnya, tepung roti putih kering dihasilkan dari bahan baku roti tawar putih yang telah dikupas kulitnya. Roti tawar tersebut dapat dikeringkan terlebih dahulu dengan cara dijemur di bawah terik matahari atau dengan memakai oven pada suhu tinggi sekitar 120 derajat sampai benar-benar kering. Perlu dipastikan bahwa jika Anda mengeringkan roti dengan memakai oven, jangan sampai roti menjadi coklat atau gosong. Nah, setelah roti tawar selesai dikeringkan, maka dapat dihaluskan sesuai dengan tingkat tekstur yang diinginkan. Kemudian, Anda dapat menyimpannya pada wadah kedap udara. 2. Jenis Tepung Roti Putih Basah Jenis tepung roti berikutnya adalah tepung roti putih basah. Dinamakan tepung roti basah, karena penggunaannya adalah sebagai campuran dari isian suatu makanan. Misalnya, ketika ingin membuat risoles, maka isian ayam bisa dicampur dengan tepung roti basah. Atau saat ingin membuat daging gulung. Selain itu, dapat pula digunakan untuk membantu mengentalkan adonan puding, ditambahkan pada adonan cake, dan untuk tambahan pengental saus tomat. Adapun cara untuk membuat tepung roti ini adalah dengan menghancurkan roti tawar kemudian dikeringkan agar lebih awet dan tahan lama. 3. Jenis Tepung Roti Coklat Kering Ketika Anda ke sebuah toko kue, Anda akan menemukan macam-macam tepung roti salah satunya adalah tepung roti coklat kering. Jenis tepung roti ini penggunaannya sering dipakai sebagai taburan pada masakan yang digoreng atau dipanggang. Beberapa contoh makanan yang menggunakan tepung roti coklat kering adalah kroket dan risoles. Pada umumnya, cara membuat tepung roti jenis yang satu ini sama dengan cara membuat tepung roti lainnya. Yakni dengan menjemur roti atau memanggangnya sampai benar-benar kering kemudian menghaluskannya dan disimpan pada wadah bersih. Namun, yang sedikit membedakan jenis tepung roti ini dengan yang lainnya adalah proses pengeringannya yang sampai membuat roti menjadi berwarna gelap kecoklatan. Selain itu, kulit roti juga tidak dibuang terlebih dahulu. 4. Jenis Tepung Roti Jepang / Panko Berikutnya adalah tepung roti Panko. Jenis ini cenderung lebih kasar dari tepung roti lainnya. Kumpulan tepungnya terlihat lebih besar-besar dan apabila digoreng maka menghasilkan bunyi kriuk yang lebih jelas saat digigit. Tepung ini juga dikenal sebagai tepung roti Jepang karena umum digunakan untuk membuat makanan Jepang seperti Tempura, Katsu, dan Crispy Sushi. Baca juga : Mengenal Jenis-Jenis Susu yang Baik untuk Kesehatan Jika Anda sedang mencari berbagai jenis bahan membuat roti dengan kualitas terbaik, Anda dapat coba mencarinya di PT GSI (Global Solusi Ingredia). Penting untuk diketahui bahwa GSI merupakan perusahaan penyedia bahan pokok makanan terlengkap yang berbasis di Kuala Lumpur, Malaysia. Namun saat ini produknya sudah bisa didapatkan dengan mudah di Indonesia. Anda dapat menemukan macam-macam bahan membuat roti di sini, cukup kunjungi tautan https://globalsolusiingredia.com/product/ dan pilih mana produk yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda!
Sarapan pagi atau bercengkrama saat sore hari, paling nikmat kalau ditemani dengan roti bakar rumahan. Anda bisa menciptakan resep sendiri untuk roti bakar yang lezat. Roti bakar memang makanan rumahan. Tapi siapa sangka kalau roti bakar juga bisa dijadikan sebagai peluang usaha. Banyak sekarang yang menjual roti bakar dengan label tertentu, seperti roti bakar Bandung atau roti bakar John. Kreasi Roti Bakar Rumahan Meskipun roti bakar rumahan, tapi Anda tetap bisa menjadikannya istimewa. Tentunya dengan beragam kreasi yang bisa Anda buat. Roti Bakar Daun Pisang Pernah membuat roti bakar daun pisang? Kalau belum, Anda bisa mencobanya. Dijamin roti bakar Anda lebih istimewa. Bahan-bahan yang perlu Anda siapkan: – Roti tawar yang sudah dibagi menjadi dua – Daun pisang – Margarin – Mayones – Keju – Abon ayam – Pisang ambon – Nutella Cara membuat: 1. Oleskan margarin pada roti, kemudian tambahkan keju dan tumpuk dengan roti lainnya 2. Tambahkan lagi abon ayam dan mayonais lalu tumpuk lagi dengan roti 3. Olesi daun pisang dengan margarin, lalu bungkus roti 4. Panggang di atas teflon 5. Untuk varian lainnya, oleskan margarin pada roti, kemudian tambahkan pisang dan nutella, lalu tutup dengan roti 6. Tambahkan lagi pisang dan nutella, tutup kembali dengan roti 7. Bungkus roti dengan daun pisang yang sudah diolesi dengan margarin, lalu panggang di atas teflon 8. Roti bakar pisang siap disajikan Roti Gandum Bakar Kalau biasanya roti yang digunakan adalah roti tawar, kali ini lebih istimewa. Anda bisa sesekali menggunakan roti gandum sebagai penggantinya. Roti bakar yang satu ini bisa memberikan rasa kenyang yang lebih lama. Cocok untuk pengganjal perut Anda. Siapkan bahan-bahan seperti: – Roti gandum – Keju parut – Mentega – Susu kental manis Cara membuat: 1. Oleskan mentega pada roti lalu panggang di atas teflon 2. Kemudian, berikan susu kental manis dan keju parut di atasnya 3. Tutup lagi dengan roti 4. Roti bakar gandum siap dinikmati Roti Bakar Nutella Strawberry Pernah menikmati roti bakar dengan isian buah strawberry asli? Kalau biasanya Anda menikmati roti bakar menggunakan selai strawberry, kali ini cobalah untuk membuat roti bakar yang berbeda. Anda bisa mengganti selai strawberry dengan buah sungguhan. Bahan-bahan yang perlu disiapkan: – Roti tawar – Strawberry yang sudah diiris tipis – Margarin – Keju – Selai nutella Cara membuat: 1. Olesi roti dengan selai nutella 2. Kemudian tata strawberry di bagian atasnya 3. Tutup dengan roti di sisi lainnya 4. Panaskan margarin, lalu panggang roti di atas teflon 5. Jika sudah matang, taburi dengan keju parut 6. Roti bakar nutella strawberry siap disajikan Salah satu kunci untuk membuat roti bakar rumahan yang enak adalah dari filling -nya. Anda bisa mengkreasikan berbagai macam isian untuk roti bakar yang selalu istimewa. Anda bisa membuat filling sendiri di rumah dengan menggunakan bahan-bahan yang terjamin kebersihan dan kualitasnya. Agar filling yang Anda buat berhasil, gunakan bahan baku pembuat filling yang berkualitas seperti produk yang dijual di Global Solusi Ingredia. GSI telah berpengalaman dan menyediakan bahan baku yang berkualitas untuk hasil olahan pangan yang lezat. Untuk membuat filling , Anda bisa menggunakan GLOMUL SSL 208 atau GLOMUL DGM 508.
Roti bakar menjadi makanan yang pas disantap saat pagi atau sore hari. Cita rasanya yang manis dan gurih, cocok untuk lidah orang Indonesia. Ada macam-macam roti bakar yang bisa Anda kreasikan sendiri di rumah. Cita rasa dari roti bakar pun bisa Anda sesuaikan sendiri dengan selera masing-masing. Karena, tidak ada patokan pasti variasi dari roti bakar itu sendiri. Nah, untuk Anda yang ingin berkreasi dengan aneka rasa roti bakar, Anda bisa mencoba macam-macam roti bakar berikut ini. Macam-Macam Roti Bakar yang Bisa Anda Coba Bosan dengan roti bakar yang itu-itu saja? Anda bisa menikmati aneka kreasi roti bakar dari referensi yang ada di bawah ini. Roti Bakar Keju Varian pertama yang bisa Anda coba adalah roti bakar keju. Roti bakar ini cocok disajikan sebagai sarapan pagi karena bisa membuat perut kenyang lebih lama. Bahan yang perlu disiapkan: – Roti tawar yang sudah dibuang kulitnya – Keju parut – Margarin – Telur yang sudah dikocok lepas – Susu kental manis Cara membuat: 1. Olesi roti dengan telur, lalu panggang di atas teflon 2. Setelah matang, angkat dan oleskan dengan margarin 3. Kemudian, taburi dengan keju parut dan juga susu kental manis 4. Siap disajikan Roti Bakar Milo Kalau yang satu ini cocok untuk Anda yang suka dengan rasa coklat. Selain coklat batang atau meses, Anda juga bisa menggunakan milo lho! Siapkan bahan-bahan sebagai berikut: – Roti tawar – Milo bubuk – Mentega – Susu kental manis Cara membuat: 1. Olesi roti dengan mentega lalu panggang di atas teflon 2. Setelah matang, angkat dan berikan susu kental manis dan milo bubuk 3. Tumpuk dengan bagian roti lainnya 4. Roti bakar milo siap disajikan Roti Bakar John Roti bakar John sempat viral beberapa waktu yang lalu. Karena dinilai sebagai roti bakar yang tidak biasa. Anda bisa mencobanya sendiri di rumah. Bahan-bahan yang digunakan: – Roti tawar – Telur yang sudah dikocok lepas – Daun bawang yang sudah diiris – Bawang bombay yang sudah dicincang – Kornet yang sudah dicincang – Margarin – Saus tomat Cara membuat: 1. Panaskan margarin. Lalu tumis kornet dengan bawang bombay hingga harum. Kemudian masukkan telur kocok dan taburi daun bawang 2. Setelah itu, tutup dengan roti di atasnya 3. Oleskan mentega dan balik roti 4. Berikan saus tomat dan lipat roti menjadi dua bagian 5. Roti bakar John siap dinikmati Roti Bakar Srikaya Roti bakar ini cocok untuk Anda yang ingin menikmati gurihnya roti dengan manisnya rasa buah. Bahan-bahan – Roti tawar – Selai srikaya – Margarin – Susu kental manis Cara membuat: 1. Panggang roti dengan margarin 2. Setelah matang, berikan susu kental manis di satu bagian roti dan selai srikaya di roti yang lain 3. Tumpuk kedua bagian dan siap dinikmati Kenikmatan roti bakar, bisa Anda nikmati dengan gurihnya margarin. Margarin yang bekualitas adalah margarin yang diproduksi dengan bahan-bahan yang berkualitas pula. Sehingga menghasilkan aroma dan citarasa yang khas pada makanan. Untuk itu, Anda bisa membeli margarin yang berkualitas di Global Solusi Ingredia, yang sudah berpengalaman dalam menyediakan bahan-bahan untuk produksi berbagai macam makanan dan minuman. Untuk margarin, Anda bisa memilih GLOMUL DGM 508.
Saat Anda pergi ke toko kue, seringkali ada label pastry and bakery . Dan tidak sedikit pula yang bingung antara kedua istilah tersebut. Lantas, apa sih perbedaan pastry dan bakery ? Terutama bagi Anda yang ingin mendalami ilmu pastry and bakery harus lebih paham mengenai perbedaan di antara keduanya. Baik dari segi istilah maupun dari segi klasifikasi produk dan juga cara pembuatannya. Agar pemahaman Anda mengenai perbedaan pastry dan bakery semakin jelas, Anda bisa membaca informasi penting berikut ini. Perbedaan Pastry dan Bakery Pastry berasal dari bahasa Perancis yang berarti kue. Sedangkan bakery berasal dari kata bake yang artinya memanggang. Bakery sendiri merupakan bagian dari pastry . Tahapan bakery pun lebih panjang setelah melakukan proses pemanggangan, seperti menghias kue. Baca juga : Ketahui Apa Saja Manfaat Margarin untuk Kue! Bahan yang Digunakan Pastry dan bakery menggunakan bahan utama yang berbeda. Pada pastry , bahan utama yang digunakan adalah margarin, air, gula, dan tepung. Sedangkan pada bakery menggunakan bahan utama telur, tepung terigu, gula pasir, garam, susu, serta lemak. Perbedaan bahan yang digunakan ini biasanya menghasilkan rasa dan tekstur yang berbeda. Jenis-Jenis Pastry Perbedaan pastry dan bakery akan semakin jelas ketika Anda mengetahui jenis-jenis pastry yang ada. Pastry sendiri dibagi menjadi dua macam, yaitu oriental dan kontinental. Perbedaan ini dibedakan dari penggunakan lemak pada adonannya. Pada jenis kontinental, lemak yang digunakan adalah lemak padat, seperti margarin, shortening , dan mentega. Contoh kue kontinental adalah tart, pudding, dan kue kering. Sedangkan pastry oriental, menggunakan lemak yang lebih cair seperti santan atau minyak. Contohnya adalah aneka kue basah. Jenis Bakery Sama seperti pastry, bakery juga memiliki macam-macam jenis, seperti quick bread dan yeast product. Kue yang menggunakan ragi sebagai salah satu bahannya banyak ditemukan di Indonesia. Biasanya ada pada makanan tradisional, seperti apem, bika ambon, dan surabi. Sedangkan quick bread adalah jenis bakery yang membutuhkan waktu yang lebih singkat dalam pembuatannya. Biasanya, kue seperti ini banyak ditemui di mall-mall. Penggunaan Tepung Perbedaan lain dari pastry dan bakery bisa dilihat dari penggunaan tepungnya. Pastry biasanya menggunakan tepung yang memiliki gluten paling rendah, kisaran 8% sampai 9% saja. Berbeda jauh dengan bakery yang justru menggunakan tepung dengan gluten paling tinggi, yaitu 11% sampai 12%. Peran Lemak Meskipun sama-sama menggunakan lemak, tapi lemak pada pastry dan bakery memiliki peran yang berbeda. pada pastry, lemak digunakan untuk memberikan tekstur renyah pada kue. Selain itu, memperjelas lipatan antar adonan, sehingga menciptakan lipatan yang bagus, seperti croissant. Sedangkan peran lemak pada bakery jauh berbeda. karena, lemak pada bakery berfungsi sebagai penambah rasa gurih, mempertahankan tekstur kue agar tidak cepat keras, dan juga memperkuat jaringan tepung. Baca juga : Penyebab Adonan Kue Kering Terlalu Keras Metode Pembuatan Pastry membutuhkan waktu pembuatan yang lebih lama dengan teknik yang lebih rumit. Tahapannya yaitu digiling, pelapisan lemak berkali-kali, dibekukan, lalu dipanggang. Sedangkan bakery, hanya pengadukan, fermentasi, penimbangan, pemulungan, pengistirahatan, dan pemanggangan. Kalau Anda berniat untuk membuat bakery, Anda bisa menggunakan bahan-bahan berkualitas dari pabrik terpercaya, yaitu Global Solusi Ingredia. Untuk pengembang adonan dan menjaga teksturnya, Anda bisa menggunakan GLOMUL SSL 208. GLOMUL SSL 208 juga bisa digunakan untuk pengemulsi serta memperbaiki penampilan kue. Sedangkan untuk margarinnya, Anda bisa menggunakan GLOMUL PGMS 95 atau GLOMUL PGE 406 untuk meningkatkan volume kue.