Margarin merupakan bentuk dari mentega buatan. Margarin juga tergolong sebagai produk turunan dari minyak kelapa sawit serta mempunyai kandungan lemak tak jenuh yang baik bagi kesehatan. Bagi Anda yang berencana untuk memproduksi margarin, ada baiknya untuk menyimak artikel ini hingga tandas. Langsung saja, berikut merupakan langkah-langkah dalam proses pembuatan margarin! Pemilihan Bahan Margarin umumnya dapat dibuat dengan bahan dasar minyak nabati atau juga dapat dibuat dengan minyak hewani. Bahkan margarin juga dapat mengandung susu saringan, garam dan juga pengemulsi. Salah satu lemak hewani yang digunakan yaitu berasal dari lemak beef yang biasa disebut dengan oleo-mergarine. Proses Pemisahan Lemak (Tahap Netralisasi) Proses pembuatan margarin yang selanjutnya yaitu ada pada tahap untuk memisahkan asam lemak atau biasa disebut dengan tahap netralisasi. Pada tahap ini dilakukan pemisahan dari minyak atau lemak yang ada pada asam lemak bebas. Hal ini dilakukan dengan cara mereaksikan asam lemak bebas tersebut dengan basa ataupun dengan menggunakan pereaksi-pereaksi yang lainnya. Sehingga pada tahap ini, lemak berubah bentuk menjadi laiknya sabun atau soap stock . Pada berbagai industri tahap ini dilakukan dengan menggunakan kaustik soda (NaOH). Berbagai industri menggunakan bahan ini dikarenakan lebih efisien serta bahan yang lebih terjangkau dari segi harganya. Pemurnian Zat Pewarna (Tahap Bleaching ) Pemurnian zat pewarna biasa disebut dengan tahap bleaching atau juga bisa disebut dengan tahap pemucatan. Tahap ini merupakan proses untuk pemurnian dengan menghilangkan berbagai zat-zat pewarna yang sukar terhadap minyak. Proses pemucatan ini dilakukan dengan mencampurkan minyak dengan adsorben, seperti halnya bleaching earth atau tanah pemucat, serta pada karbon aktif. Berbagai zat-zat pewarna yang ada di dalam minyak akan otomatis diserap menggunakan permukaan adsorben. Pengolahan Lemak (Tahap Hidrogenasi) Proses pengolahan lemak atau tahap hidrogenasi merupakan proses pengolahan dengan jalur menambahkan hidrogen-hidrogen yang ada pada ikatan rangkap. Ikatan rangkap tersebut yang ada pada asam lemak. Sehingga dengan pengolahan tersebut akan dapat mengurangi ketidak-jenuhan pada minyak atau lemak. Selain itu dapat juga membuat lemak menjadi bersifat plastis. Pada proses ini bertujuan untuk bisa menjenuhkan ikatan rangkap yang ada pada rantai karbon asam lemak pada minyak. Tahap hidrogenasi ini dilakukan dengan cara menggunakan hidrogen yang murni serta dengan menambahkan serbuk nikel sebagai alat katalisator. Penambahan Emulsifier (Tahap Emulsifikasi) Pada tahap ini merupakan proses untuk mengemulsikan minyak yang ada dengan cara menambahkan emulsifier fase cair dengan emulsifier fase minyak. Penambahan ini dilakukan pada suhu 80C dengan tekanan pada 1 atm. Pada tahap ini terdapat dua tahapan dalam emulsifikasi. · Tahap yang pertama yaitu dengan proses mencampurkan emulsifier pada fase minyak. Hal ini merupakan bahan tambahan yang bisa cepat larut dalam minyak. Dengan tujuan untuk menghindari terpisahnya air yang ada dari emulsi air minyak terutama pada saat penyimpanan. · Tahap yang kedua yaitu pada proses pencampuran emulsifier fase cair. Hal ini merupakan bahan tambahan yang tidak mudah larut ke dalam minyak. Penambahan bahan ini dicampurkan dengan air yang akan digunakan untuk membuat emulsi dengan minyak. Tahap ini yaitu tahap untuk memberikan rasa asin pada margarin sebagai antioksidan. Penambahan rasa asin digunakan untuk mencegah teroksidasinya minyak yang bisa mengakibatkan minyak menjadi bau tengik. Pada proses pembuatan margarin ini sangat dibutuhkan bahan-bahan dengan kualitas yang sangat baik tentunya. Dengan menggunakan bahan-bahan khusus untuk membuat margarin ini dapat Anda temukan pada PT Global Solusi Ingredia. GSI ini merupakan salah satu produsen yang menyediakan bahan makanan yang terkemuka di Indonesia dan seluruh dunia. Dengan kualitas produk serta kinerja produk yang unggul bisa Anda dapatkan di sini.
Tips membuat gorengan enak sangatlah dibutuhkan oleh cooking lovers . Pasalnya, makanan ini menjadi salah satu menu yang wajib ada, khususnya bagi masyarakat di Indonesia. Dengan tekstur yang renyah akan memberikan kenikmatan yang lebih dalam makanan ini. Banyak hal yang harus diperhatikan untuk mendapatkan gorengan yang renyah. Mulai dari pemilihan tepung, komposisi tepung, serta jenis minyak yang digunakan. Untuk itu, cari tahu lebih lanjut mengenai tips membuat gorengan yang enak pada pembahasan di bawah ini! Tips Gorengan Tetap Renyah Jika Anda termasuk orang yang bermasalah dalam membuat gorengan. Mulai dari gorengan yang lembek, hingga teksturnya kurang renyah. Maka, artikel ini akan sangat membantu. Sebab, di sini akan membahas tips gorengan enak, selengkapnya silakan simak penjelasan berikut! Pemilihan Jenis Tepung yang Tepat Salah satu tips membuat gorengan enak yaitu ada pada ketepatan dalam memilih jenis tepung. Pada umumnya dalam membuat gorengan menggunakan tepung terigu. Namun, terdapat berbagai pilihan untuk bisa digunakan sebagai bahan untuk menghasilkan gorengan yang enak. Pemilihan jenis tepung dapat disesuaikan terhadap menu apa yang akan dibuat. Seperti halnya pemilihan jenis tepung panir merupakan salah satu pilihan yang tepat dalam menggoreng chicken katsu. Penggunaan Baking Soda Dalam proses pembuatan gorengan, penambahan baking soda pada adonan merupakan salah satu cara untuk bisa mendapatkan hasil gorengan yang renyah. Dengan cara mencampurkan baking soda kedalam adonan tepung yang masih kering. Setelah menambahkan baking soda Anda dapat menambahkannya dengan bumbu-bumbu yang lainnya. Untuk mendapatkan hasil adonan yang baik dapat menggunakan air es ataupun dengan air yang mempunyai suhu normal. selain itu, Dalam proses pengadukan adonan tidak disarankan untuk terlalu lama. Hal tersebut dikarenakan dapat merusak fungsi yang ada pada baking soda. Suhu Adonan Dingin Semakin dingin adonan yang dibuat maka, akan semakin renyah pula gorengan yang dihasilkan. Oleh karena itu, penggunaan air es dalam pembuatan adonan gorengan ini sangat tepat untuk dilakukan. Sebaliknya, apabila Anda menggunakan air panas dalam pembuatan adonan, gorengan yang dihasilkan tidak akan mendapatkan kualitas yang baik. Hasil dari gorengan tersebut akan sangat cepat lembek sehingga cita rasanya pun akan berkurang. Menggunakan Metode Deep Frying Metode deep frying merupakan metode penggorengan dengan menggunakan minyak dalam jumlah yang banyak. Metode ini sangat tepat digunakan dalam proses pembuatan gorengan. Suhu Minyak yang Ideal Salah satu tips untuk mendapatkan hasil gorengan yang renyah yaitu dengan memperhatikan suhu pada minyak. Dengan suhu yang ideal dapat memberikan kualitas yang dihasilkan akan semakin baik. Suhu yang ideal dalam menggoreng gorengan yaitu ada pada suhu 170C. Apabila suhu pada minyak terlalu tinggi maka dalam proses penggorengan makanan tersebut akan cepat gosong. Sebaliknya apabila minyak tersebut masih belum panas, maka gorengan yang dihasilkan akan menyerap minyak lebih banyak. Penyebab Gorengan Lembek Penyebab dari gorengan yang lembek yaitu salah satunya disebabkan karena kandungan air pada adonan terlalu banyak. Selain itu, penggunaan minyak yang terlalu sedikit juga dapat membuat gorengan yang dihasilkan akan cepat untuk lembek. Dalam proses penggorengan diperlukan perendaman yang sempurna dalam minyak panas agar gorengan dapat matang secara rata. Selain itu, pemilihan jenis minyak juga sangat berpengaruh dalam menggoreng gorengan ini. Dengan pemilihan minyak yang tepat akan memberikan kualitas gorengan yang sangat baik. Salah satu minyak yang baik yaitu ada pada produk yang dihasilkan PT Global Solusi Ingredia. GSI menyediakan berbagai macam bahan-bahan makanan dengan kualitas yang sangat baik. Yuk, segera beralih dengan bahan-bahan pangan dari GSI yang sudah lama menjadi supplier bagi industri makanan di dalam dan luar negeri.
Hampir semua orang pasti kenal dengan makanan ringan yang memakai bahan baku susu ini. Es krim dikenal dengan rasa manis dengan ada sedikit cita rasa gurih dan memiliki tekstur creamy nan lembut. Sehingga siapa saja bakalan sulit menolak untuk makan es krim lembut. Dalam sejarah, es krim ternyata sudah dikenal sejak kisaran tahun 700 masehi di era Kaisar Tang dari Dinasti Shang Tiongkok. Pada awalnya sang kaisar meminta untuk mencoba es yang terbuat dari salju dan susu sapi sebagai alternatif makanan penutup. Hingga saat ini es krim telah mengalami berbagai perkembangan mulai dari bentuk, rasa, dan bentuknya. Pada dasarnya, bahan-bahan untuk membuat es krim adalah susu, gula, telur, dan sebagainya. Di beberapa produsen pengolahan es krim dengan skala yang besar, telur sering diganti dengan emulsifier. Ada juga bahan tambahan lain yang membuat cita rasanya semakin mantap tapi bisa menghemat biaya. Nah, untuk membuat es krim dengan tekstur yang lembut, ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan. Sehingga, hasil akhirnya akan serupa dengan es krim yang sering Anda jumpai di toko, kedai, atau supermarket. Lantas, apa saja tipsnya? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini! 1. Sebelum Loyang Digunakan, Bekukan Terlebih Dahulu Ketika Anda membuat es krim sendiri di rumah, adonan sudah membeku di bagian luarnya. Namun, bagian dalam masih lembek. Padahal, penyimpanan dalam freezer telah berlangsung cukup lama. Nah, supaya es krim bisa membeku dengan paripurna, maka diinginkan dulu loyang atau wadah es krim pada freezer kurang lebih 24 jam. Sehingga, adonan es krim akan mudah mengeras sampai bagian dalamnya. 2. Biarkan Kuning Telur Mengembang dengan Baik Kuning telur sering dijadikan sebagai emulsifier untuk membuat tekstur es krim tetap lembut ketika dibekukan. Namun, pengolahan kuning telur yang kurang mengembang sempurna akan membuat es krim jadi beraroma amis. Untuk itu, pastikan dalam mengocok kuning telur sampai benar-benar mengembang sebelum dicampurkan pada adonan es krim. Kocok lah memakai mixer sampai warnanya pucat dan tekstur jadi kental laiknya krim. 3. Tutup Wadah Es Krim dengan Aluminium Foil Saat proses pendinginan suhu adonan es krim, kerap kali muncul kristal es yang membuatnya jadi keras dan tidak creamy. Untuk mengatasi hal ini, tutup lah permukaan wadah memakai aluminium foil atau plastik wrap sebelum dibekukan. Selain bisa mencegah timbulnya kristal es, bahan tersebut juga akan menjaga kelembutan dari es krim meskipun disimpan pada freezer dalam waktu yang lama. 4. Memakai Susu Full Cream Menambahkan susu full cream ternyata juga menjadi salah satu tips membuat es krim lembut. Kandungan lemak susu dalam susu full cream mencapai 10% sehingga membuat tekstur es krim jadi lebih lembut ketika disajikan. Lemak susu juga akan menjadikan es krim jadi lunak meskipun dibekukan selama berhari-hari. 5. Menggunakan Emulsifier dan Stabilizer Tips membuat es krim lembut yang terakhir adalah memanfaatkan bahan tambahan pangan berupa emulsifier dan stabilizer. Dua bahan ini akan membuat es krim yang Anda buat mempunyai tekstur lembut, tapi permukaannya tetap keras sehingga tidak mudah meleleh. Apabila Anda bingung dimana mendapatkan emulsifier dan stabilizer yang berkualitas dan terjamin halal, maka percayakan saja pada Global Solusi Ingredia. Dua bahan tersebut akan membantu proses produksi es krim menjadi lebih efektif, efisien, dan menghemat biaya. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa emulsifier juga dapat berperan sebagaimana kuning telur. Yakni dapat membuat adonan lebih mengembang dan lembut. Padahal, jika dibandingkan, harga keduanya jauh berbeda. Dimana telur jauh lebih mahal ketimbang emulsifier. Untuk itu, tidak perlu berpikir dua kali karena GSI menyediakan berbagai kebutuhan bahan pangan, bahan pangan fungsional, hingga, bahan tambahan pangan. Cek globalsolusiingredia.com untuk informasi lebih lengkap mengenai berbagai produknya.
Sepertinya, masyarakat Indonesia sudah sangat akrab dengan bahan olahan susu yang satu ini. Ya, keju seringkali dijadikan bahan campuran atau topping pada makanan seperti martabak, pizza, kue kering, pudding, dan masih banyak lagi. Nah, dari sekian banyak kegunaan keju, apakah Anda penasaran bagaimana proses pembuatan keju? Jika iya, tentu Anda harus menyimaknya hingga tandas. Pada dasarnya, proses pembuatan keju dengan memisahkan zat pada susu melalui proses koagulasi atau pengentalan. Dimana pengentalan susu membutuhkan bakteri maupun enzim (rennet). Setelah protein susu mampu digumpalkan, maka keju akan dicetak dan dikonsumsi. Proses pembuatan keju lebih lengkap dapat Anda simak pada pembahasan berikut ini! 1. Proses Pengasaman Pertama, susu akan dipanaskan supaya bakteri asam laktat yakni Streptococcus serta Lactobacillus bisa tumbuh dengan baik. Dimana bakteri tersebut akan mengonsumsi laktosa susu serta mengubahnya jadi asam laktat. Ketika keasaman susu menjadi lebih tinggi, maka zat pada susu yang berupa lemak, protein kasein, serta vitamin dan mineral akan menggumpal. Lalu, terbentuklah yang namanya dadih (busa). 2. Proses Pengentalan Proses pembuatan keju yang kedua adalah pengentalan. Saat ini, bakteri rennet akan ditambahkan pada susu. Lalu, susu akan terbagi jadi air dadih dan dadih. Penambahan jumlah bakteri pada susu harus benar-benar tepat supaya tingkat kepadatan keju juga menjadi semakin baik. Prosesnya dilakukan selama 10 menit sampai 2 jam. Biasanya, air dadih akan dibuang atau digunakan untuk membuat keju Ricotta atau Cypriot hallumi . 3. Mengolah Dadih Selanjutnya, dadih akan dihancurkan memakai tangan atau mesin agar air dadih bisa keluar lebih banyak. Dadih keju akan dihancurkan jadi butiran kecil. Apabila penghancuran dadih semakin halus, maka air dadih akan semakin banyak yang keluar, keju yang dihasilkan pun akan jadi lebih keras. 4. Mempersiapkan Pematangan Pada proses selanjutnya, akan dilakukan beberapa tahap seperti: · Pencetakan : dadih dikeringkan dahulu, lalu dimasukkan pada cetakan dan ditekan-tekan. Setelah padat, dadih akan diiris. · Penekanan : keju akan ditekan hingga tingkat kekerasan yang diinginkan sudah tercapai. Jika ingin keju bertekstur lunak, maka penekanan tidak dilakukan. 5. Pengasinan Setelah itu, proses pembuatan keju dilanjutkan dengan menambahkan garam supaya rasa keju tidak menjadi tawar. Ada beberapa cara pengasinan yang kerap dilakukan, diantaranya: · Menambahkan garam secara langsung pada dadih · Menaburkan garam di kuli keju, cara ini akan membuat kulit keju terbentuk serta bagian dalamnya tidak terlalu cepat matang. · Direndam di air garam (untuk keju berukuran besar) selama berjam-jam sampai berhari-hari. · Mencuci permukaan keju menggunakan larutan garam. Pada proses pembuatan keju, hal yang paling penting dilakukan adalah penambahan enzim. Bagi Anda yang masih berencana untuk memproduksi keju, tentu masih bingung ingin mendapatkan enzim tersebut dimana. Nah, jawaban yang paling tepat adalah di Global Solusi Ingredia atau GSI. Perusahaan produsen bahan pangan ini menyediakan enzim yang terdiri atas enzim papain , lactase, rennet, protease, aminopeptidase, amylase, beta amylase, bacterial amylase, dan sebagainya. Anda tinggal memilih jenis enzim yang paling tepat digunakan untuk membuat keju. Sebagai informasi, bahwa semua produk GSI telah melewati pengujian BPOM sehingga sudah layak edar. Selain itu, produk GSI juga sudah memeroleh sertifikat halal dari MUI, sehingga aman dikonsumsi umat Muslim. Mulai sekarang, percayakan bahan pangan Anda pada Global Solusi Ingredia. Cek juga website GSI di globalsolusiingredia.com untuk memeroleh informasi yang lebih lengkap mengenai produk yang ditawarkannya. Tak hanya enzim saja, GSI juga menyediakan control pH agent , vitamin, essential oil , pemanis, pewarna makanan, emulsifier, cokelat, dan masih banyak lagi.
Saat mengonsumsi es krim, mungkin Anda akan bertanya-tanya, sebenarnya apa yang membuat tekstur dan body-nya menjadi lembut. Es krim juga tidak mudah meleleh sebagaimana es batu. Nah, di sini lah peran yang namanya stabilizer dan emulsifier . Stabilizer merupakan zat yang mampu menghambat adanya kristal es ketika disimpan dan juga menambah ketahanan es supaya tidak mudah meleleh. Hal tersebut dikarenakan stabilizer mampu membentuk struktur gel pada air. Dapat dikatakan juga stabilizer bisa mengikat air sebagai air hidrat. Lain lagi dengan zat aditif bernama emulsifier . Zat ini merupakan substansi yang membantu pembentukan emulsi dari dua jenis cairan yang tidak tercampur alami. Penambahan pengemulsi di es krim dapat menambah kualitas whipping di dalam campuran, mengontrol pengolahan selanjutnya, memberi tekstur yang lebih lembut, serta memberikan kesan kering ketika dikeluarkan dari dalam freezer . Jenis Stabilizer Pada Es Krim Es krim yang sudah di-stabilkan akan mempunyai body yang berat serta tidak terlampau dingin. Serta akan mencair pada konsistensi yang lebih baik. Pada aplikasi bahan pangan, peran dari stabilizer sebagai agen pengemulsi, pengental, serta pelarut. Nah, pada dasarnya, ada berbagai jenis stabilizer yang kerap digunakan dalam pengolahan bahan pangan. Diantara bahan-bahan tersebut adalah: 1. Sodium Alginat Sodium Alginat adalah stabilizer yang bersumber dari bahan-bahan nabati. Secara lebih spesifik, Alginat diekstrak dari algae yang lebih banyak tumbuh di Jepang dan lautan sekitar California. Untuk meningkatkan kelarutan, maka banyak produk makanan komersial yang ditambahkan Sodium Alginat. Pada es krim, sodium alginate dikombinasikan dengan garam fosfat sehingga fungsinya menjadi semakin optimal. 2. Gelatin Gelatin merupakan jenis stabilizer yang paling sering digunakan. Serta menjadi stabilizer yang dikomersilkan pertama kali. Bahan ini memiliki kemampuan untuk membentuk gel di dalam campuran es krim. Baik pada proses penyimpanan dan pendinginan. Struktur gel yang dibentuk gelatin sangat unik dan memiliki afinitas besar pada air. Sehingga, tidak akan terbentuk kristal es dalam jumlah besar. Tak heran jika es krim mempunyai tingkat kelembutan yang tinggi. 3. Pektin, Agar-Agar, Carrageenan, Guar Gum , CMC, dan Pektin Selain dua zat di atas, ada juga stabilizer lain yang kerap digunakan pada es krim, diantaranya carrageenan yang mempunyai sifat hampir sama dengan gelatin. Selain itu, ada juga agar-agar yang berasal dari ekstrak alga merah. Begitu juga guar gum yang dapat digunakan pada es dan sherbet . Meski agar-agar bisa mengembang serta menyerap air dalam jumlah yang besar, tetapi tidak mudah terdispersi di dalam campuran serta membentuk yang dinamakan crumbly body . Jenis Emulsifier Pada Es Krim Selain stabilizer , pembuatan es krim juga memerlukan emulsifier . Ada dua jenis emulsifier yang dipakai pada industri es krim, diantaranya : 1. Monogliserida dan Diglierida Fungsinya untuk meningkatkan dispersi lemak serta kemampuan mengembang. Zat ini juga mempunyai efek yang cukup besar untuk membentuk kekakuan pada es krim serta laju kelelehan es krim. 2. Polyderivates Zat ini berperan dalam membentuk kekakuan, dryness , serta meningkatkan titik leleh es krim. Dari ulasan di atas, bisa disimpulkan bahwa stabilizer dan emulsifier mempunyai peran yang vital untuk membentuk es krim dengan tekstur yang lembut dan kering. Untuk itu, penambahan bahan tersebut mutlak diperlukan dalam industri es krim. Nah, jika Anda membutuhkan stabilizer dan emulsifier , silakan dapatkan di Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menyediakan berbagai jenis bahan tambahan pangan yang berkualitas internasional. Selain itu, produk GSI juga sudah mengantongi izin edar BPOM serta sertifikat halal MUI. Jadi, Anda tidak perlu khawatir lagi dalam penggunaannya. Segera cek website globalsolusiingredia.com untuk informasi mengenai produk selengkapnya.
Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam produksi pangan selalu membutuhkan zat aditif. Pasalnya, bahan tambahan pangan dapat membantu proses produksi menjadi lebih efektif dan efisien. Namun, Anda juga perlu mewaspadai beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang. Adapun bahan tambahan pangan yang dilarang tersebut adalah yang memiliki sifat membahayakan kesehatan serta lingkungan hidup. Selain itu, zat tersebut memiliki sifat karsinogenik, racun, mutagenik, teratogenic , iritasi, dan korosif. Hal ini disebutkan dalam Peraturan Menteri Kesehatan no. 472/Menkes/Per/V/1996 mengenai Pengaman Bahan Berbahaya Bagi Kesehatan. Selain itu, dalam Permenkes no. 33 th 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, disebutkan juga 19 jenis bahan terlarang untuk tambahan pangan. Diantara bahan tersebut tentunya Anda sudah agak familiar, yakni boraks dan formalin. Selain zat tersebut, ada beberapa bahan tambahan pangan yang dilarang lainnya. Berikut akan dijelaskan 5 diantaranya! 1. Nitrobenzena Nitrobenzena merupakan zat pangan yang dilarang karena penggunaannya untuk pelarut di laboratorium serta pada industri besar untuk memproduksi anilin. Namun, aroma dari nitrobenzene serupa dengan almond. Sehingga, sangat rawan untuk disalahgunakan. Oknum yang tidak bertanggung jawab sering menjadikannya perisa untuk produk olahan madu, susu, serta daging sapi. Padahal, efek dari bahan ini sangat buruk bagi tubuh jika dikonsumsi. Seperti mual dan muntah, anemia, sakit kepala, koma, dan kematian. 2. Dihidrosafrol Awalnya, dihidrosafrol merupakan bahan perisa makanan. Namun, zat tersebut dapat menyebabkan kanker. Sehingga, penggunaannya sebagai zat aditif mulai dilarang. Dihidrosafrol juga bisa menyebabkan efek negatif lainnya untuk tubuh seperti iritasi pernapasan, kulit, pernapasan, dan mata. Kerap kali bahan ini digunakan untuk perisa pada minuman root beer. 3. Rhodamin B Bahan tambahan pangan yang dilarang selanjutnya adalah Rhodamin B. Bahan ini fungsi utamanya adalah sebagai zat warna pada tekstil seperti wool, sutra, atau kapas, juga untuk kayu, sabun, dan kulit. Fungsi lainnya adalah sebagai reagensia untuk menguji kobal, antimon, emas, air raksa, mangan, dan sebagainya. Bisa dipastikan bahwa zat pewarna ini sama sekali tidak diperuntukkan bagi bahan makanan. 4. Dulkamara Dulkamara atau Solanum dulcamara dikenal juga dengan sebutan bitterswee nightshade. Tanaman ini berfungsi mengobati eksim kronis. Meskipun memikili efek antibakteri, sehingga sering kali dipakai untuk pengawet, zat ini mempunyai kandungan solasodin, solanin, serta beta-solamorin. Zat tersebut mampu menyebabkan vertigo, keracunan, lumpuh sistem syaraf pusat, sampai kematian. Biasanya, dulkamara disalahgunakan untuk pengawet di makanan berupa pie dan selai. 5. Sinamil Antranilat Snamil antranilat dikenal juga dengan sebutan asam antranilat. Bahan ini mulanya digunakan untuk perisa makanan. Akan tetapi, setelah diketahui sifat karsinogeniknya, asam antranilat ini pun dilarang penggunaannya. Lebih jelas lagi, bahan tambahan pangan yang dilarang ini bisa menyebabkan kanker ginjal, hati, paru-paru, dan pankreas. Aromanya yang serupa dengan buah-buahan sangat berpotensi untuk digunakan sebagai perisa makanan. Dapatkan Bahan Tambahan Pangan yang Aman di Global Solusi Ingredia Menambahkan zat-zat aditif pada makanan sebetulnya bukan hal yang dilarang sama sekali. Namun, perlu diperhatikan juga berbagai jenis bahan tambahan pangan yang dilarang oleh Kementerian Kesehatan. Jika Anda menginginkan bahan tambahan pangan yang aman, pastikan memilih produsen yang terpercaya. Salah satunya adalah Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini menawarkan produk-produk seperti emulsifier , antioksidan, antimikroba, cokelat, stabilizer , pewarna, perisa, dan juga vitamin. Semua produk GSI tidak ada yang termasuk dalam bahan tambahan pangan yang dilarang. Sebab, sudah terdaftar di BPOM RI dan mengantongi sertifikasi halal dari MUI. Untuk itu, kunjungi website globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan zat aditif yang Anda inginkan dan dijamin aman.