Industri Bahan Makanan

Selasa, 27 September 2022 - 13:19

Pengental merupakan salah satu bahan makanan yang kerap digunakan dalam memproduksi berbagai jenis santapan. Mulai dari kue maupun masakan lain. Hal ini dikarenakan, rasa yang lezat saja tidak cukup, tekstur dari makanan tetap perlu diperhatikan untuk membuat tampilan makanan lebih menggiurkan dan menambah cita rasa yang lebih kaya. Meskipun pengental tidak banyak berperan dalam proses produksi makanan dalam hal rasa, tetapi pengental menjadi salah satu bahan wajib dalam berbagai jenis makanan. Itulah yang membuat ada banyak jenis pengental yang bisa digunakan dengan fungsi tertentu terhadap makanan. Bagi Anda yang memiliki bisnis kue, pengental menjadi salah satu bahan wajib yang harus digunakan. Pengental bisa membuat kue lebih bertekstur dan enak dipandang. Dengan demikian, kue pun akan terlihat lebih menarik di mata pelanggan dan pastinya membuat produk Anda laku di pasaran. Lantas apa saja fungsi dan jenis pengental yang bisa Anda gunakan? Simak penjelasan di bawah ini hingga selesai agar lebih paham. Baca juga : Jaga Kesehatan dengan Konsumsi Bahan Pangan Fungsional Jenis Bahan Pengental dan Fungsinya Ada beberapa bahan pengental alami maupun buatan yang bisa Anda gunakan dengan fungsi tertentu. Pastinya, bahan tersebut tidak berperan untuk semua jenis makanan, Anda perlu memahami hal ini agar bisa menentukan bahan yang tepat untuk makanan yang dibuat. 1.   Telur Kuning telur merupakan salah satu bahan alami yang bisa digunakan sebagai pengental makanan. Bahan ini bisa mengentalkan dalam suhu yang rendah dan biasa dipakai dalam kue dan custard. Fungsi kuning telur terhadap kue adalah mengikat, melembutkan, dan mengembangkan adonan. Bahkan, kuning telur ini bisa berperan sebagai pengental pada pembuatan mayones. 2.   Tepung Serbaguna Umumnya, tepung serbaguna dibuat dari campuran tepung terigu dengan protein rendah dan protein yang tinggi. Sebab, kadar tepung terigu yang proteinnya rendah digunakan lebih banyak, maka tepung serbaguna ini memiliki kandungan 75 persen zat tepung Tepung ini membutuhkan suhu yang tinggi untuk bisa mengentalkan makanan. Meskipun begitu, dibutuhkan 1,5 kali lebih banyak tepung serbaguna daripada tepung terigu. DEngan demikian, apabila umumnya dibutuhkan 10 gram tepung terigu, maka Anda butuh 15 gram tepung serbaguna dalam mengentalkan makanan. 3.   Tapioka Tepung singkong atau tapioka adalah salah satu tepung yang berbahan umbi akar ketela pohon. Dengan rasa netral, tepung yang satu ini bisa menjadi bahan yang efektif untuk mengentalkan makanan. Meskipun begitu, tepung ini tidak butuh suhu panas untuk mengentalkan makanan. Namun, bahan ini tidak cocok dipakai untuk makanan dengan waktu memasak yang cukup lama. Dengan demikian, bahan ini cocok digunakan untuk memasak capcay, sup, dan tumis sayur. Baca juga : Tak Hanya Baking powder, Ini Dia Bahan Pengembang Kue Alami yang dapat Digunakan 4.   Kentang Kentang pun bisa menjadi bahan pengental yang efektif jika Anda membuat makanan dengan waktu yang lama, seperti semur. Kentang akan memecahkan patinya dan terserap oleh kuah masakan ketika dipanaskan dalam suhu sedang. Maka, kentang yang hancur itu akan mengentalkan tekstur dalam kuah masakan. Namun, Anda butuh kentang yang banyak untuk bisa menggunakannya. Anda bisa mendapatkan berbagai produk pengental makanan dari Global Solusi Ingredia (GSI) dengan kualitas yang terjamin. Dengan jaminan mutu dan prioritas dalam memuaskan konsumen, GSI menjamin semua bahan makanan yang tersedia aman dikonsumsi. Oleh karena itu, Anda tidak perlu ragu untuk menghubungi GSI dan mendapatkan segala kebutuhan bahan makanan sesuai dengan yang Anda inginkan. GSI siap jadi teman Anda dalam memberikan mutu pangan terbaik  untuk keluarga yang lebih sehat.

Senin, 26 September 2022 - 14:12

Menambahkan pewarna makanan pada olahan makanan yang dibuat memang sudah menjadi praktik yang umum dilakukan. Pasalnya, pewarna makanan yang digunakan secara efektif akan membuat tampilan makanan cenderung lebih menarik. Tentu, tampilan makanan yang menarik akan membuat orang lain cenderung tertarik dan ingin mencicipi. Nah, seperti yang diketahui, saat ini ada banyak sekali produk pewarna makanan yang tersedia di pasaran. Adanya banyak produk tersebut secara langsung memang akan memudahkan Anda untuk memilih mana pewarna makanan yang bisa diandalkan untuk menunjang proses produksi. Hanya saja, Anda perlu selektif dalam memilih produk pewarna makanan agar terhindar dari produk berbahaya. Terkait pewarna makanan, GSI menyediakan aneka produk pewarna makanan yang aman digunakan dan tidak memberikan risiko apapun. Penasaran dengan produk ini? Simak ulasannya! Kenapa Memilih Produk Pewarna Makanan GSI? Kehati-hatian dalam memilih produk pewarna makanan memang sebuah keharusan. Hal ini dikarenakan banyaknya produk pewarna makanan yang berbahaya dan banyak tersebar serta mudah digunakan. Nah, GSI menyediakan produk pewarna makanan –dan juga minuman, yang aman. Adapun beberapa alasan kenapa Anda sebaiknya menggunakan produk pewarna makanan GSI diantaranya adalah: 1.       Dibuat dari bahan yang alami Salah satu cara yang tepat untuk memilih produk pewarna makanan yang aman adalah dengan mengecek bahan dasar yang digunakan. Terkait bahan ini, GSI menggunakan beragam bahan alami untuk pembuatan produk pewarna. Baca juga : Beragam Cokelat di GSI untuk Penuhi Kebutuhan Makanan Berkualitas Misalnya saja, buah naga dan rosela yang digunakan untuk membuat pewarna warna merah, kunyit untuk pewarna warna kuning, pandan untuk pewarna warna hijau dan lainnya. Dengan bahan alami yang digunakan, produk pewarna GSI tidak menggunakan campuran bahan sintesis yang berbahaya. 2.       Tidak berasa Beberapa kalangan mengatakan bahwa mereka menemukan pewarna makanan yang memberikan rasa pahit pada hidangan saat digunakan. Nah, hal tersebut merupakan tanda bahwa produk pewarna makanan yang digunakan adalah produk yang berbahaya. Ketika Anda menggunakan produk pewarna makanan GSI, maka Anda akan menemukan produk pewarna yang tidak berasa. Artinya, pewarna makanan yang ditambahkan tidak akan memberikan tambahan rasa atau bahkan mengubah rasa olahan makanan yang Anda buat. 3.       Warna yang tidak terlalu mencolok Hal lain yang menjadi alasan kenapa Anda sebaiknya menggunakan pewarna makanan GSI adalah karena produk makanan ini memberikan warna yang tidak terlalu mencolok. Memang, tujuan penggunaan pewarna makanan adalah untuk menambah spektrum warna agar tampilan hasil olahan lebih menarik. Namun, warna yang terlalu mencolok justru membuat makanan terlihat aneh. Dengan warna yang tidak terlalu mencolok, produk pewarna makanan GSI akan me- highlight warna asli makanan lebih baik. Tidak hanya itu, kesan orang lain yang menganggap Anda menggunakan pewarna tekstil pun juga tidak akan muncul. Baca juga : Ketahui Jenis Pengembang Kue Agar Kue Jadi Sempurna 4.       Mudah larut dan tidak menggumpal Produk pewarna makanan GSI cenderung lebih mudah larut dalam air serta tidak menggumpal. Dengan karakteristik tersebut, tentu warna dari pewarna tersebut cenderung lebih mudah meresap dalam olahan yang dibuat dan memberikan warna yang homogen atau rata. Berbekal beberapa kelebihan yang dimiliki sebagaimana disebutkan di atas, tentu produk pewarna makanan GSI adalah pilihan yang tepat untuk Anda. Terlebih, pewarna makanan GSI sudah mendapatkan sertifikasi dari BPOM sehingga keamanan produk ini sudah terjamin. Nah, tertarik untuk menggunakan produk pewarna makanan GSI? Segera saja kunjungi laman globalsolusiingredia.com!

Jumat, 08 Juli 2022 - 01:05

Ketika berbicara tentang membuat kue, tekstur kue yang lembab dan tidak kering adalah sesuatu yang menjadi tujuan pembuatnya. Karena hal itulah yang membuat rasa dan kenikmatannya terasa disetiap gigitan. Jika Anda pernah makan kue yang kering dan tidak lembab, Anda pasti mengerti perbedaannya. Solusi dari kelembaban kue ialah minyak sayur atau nabati. Fungsi minyak sayur pada kue memberikan kelembapan jauh lebih bagus, karena minyak tetap cair pada suhu ruangan sementara mentega memiliki sifat mengeras. Minyak sayur yang tetap cair berkontribusi pada sensasi kelembapannya. Oleh karena itu, kue yang dibuat dengan minyak sayur sering kali lebih lembab daripada kue berbahan dasar mentega dan akan tetap lembab ketika ditaruh dalam tudung saji. FUNGSI MINYAK SAYUR UNTUK KUE Selain kelembaban kue, sekarang mari kita bicara tentang fungsi minyak sayur pada kelembutan kue. Sering kali, ketika Anda menggigit kue, terdapat sensasi tekstur yang mudah hancur dan mudah dicerna sehingga terkesan lumer dimulut. Itulah yang dinamakan kelembutan kue. Baca juga:  Mengenal Emulsifier Nabati Lesitin Kedelai Sekali lagi, cara yang bagus untuk memahami kelembutan adalah dengan mempertimbangkan kebalikannya: kekerasannya. Kue menjadi keras ketika terlalu banyak gluten terbentuk saat mengaduk adonan. Gluten terbentuk ketika air berinteraksi dengan tepung selama proses pencampuran. Karena mentega sebenarnya terdiri dari sekitar 80 persen lemak dan 20 persen cairan, 20 persen cairan itu akan berinteraksi dengan tepung, membentuk gluten, dan berkontribusi pada kekerasan kue. Minyak sayur, di sisi lain, adalah lemak murni. Lemak menghambat pembentukan gluten, dan karena tidak ada air dalam minyak sayur, kecil kemungkinan Anda akan berakhir dengan kue yang remah-remah secara tidak sengaja. Konon, setiap kue berbahan dasar minyak sayur akan tetap memiliki komponen cair, dimana tepung masih perlu dihidrasi, jadi masih mungkin untuk mengerjakan adonan semacam ini secara berlebihan dan membentuk jumlah gluten, dimana tetap penting untuk berhati-hati. REKOMENDASI MINYAK SAYUR CANOLA Minyak canola adalah salah satu minyak sayur yang paling umum dan menggabungkan kemudahan penggunaan, ketersediaan luas dan manfaat kesehatan dengan biaya yang relatif rendah. Sebagian besar minyak sayur akan bekerja dengan baik dalam kue, tetapi beberapa dapat mengubah rasa kue yang dipanggang dan memiliki biaya yang mahal. Alternatifnya, minyak canola memiliki rasa yang tidak terlalu kentara, terutama bila digunakan dalam kue yang dipanggang. Fungsi minyak sayur ini juga berpengaruh ke rasa, dimana dianggap sebagai minyak dengan rasa netral dan akan membuat rasa kue yang benar-benar dominan. Semua rasa kue, dari cokelat dan vanila hingga bahan wortel dan rempah-rempah, cocok dengan minyak canola. Karena minyaknya tidak mahal, Anda dapat berbelanja pada bahan-bahan berkualitas tinggi lainnya, seperti vanila asli, dimana terkadang rasa vanila otentik itulah yang berperan menciptakan cita rasa pada kue. Baca juga:  Sorbitol Bermanfaat Untuk Industri Apa Saja? Cek di Sini! Titik asap minyak canola adalah sedang-tinggi pada 425 derajat Fahrenheit, yang berarti tidak akan rusak dan mengubah rasa pada suhu yang dibutuhkan untuk memanggang kue. Fungsi minyak sayur canola juga dapat membantu mencegah risiko penyakit jantung, diabetes dan beberapa jenis kanker, seperti penelitian yang dihasilkan oleh University of Michigan Health System. Minyak ini juga merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik yang berperan dalam perkembangan otak. KESIMPULAN Menjaga kelezatan kue dan juga teksturnya memang penting bagi pengusaha makanan atau sekedar ingin membuatnya di rumah. Karenanya diperlukan minyak sayur khusus yang dapat digunakan dalam melezatkan adonan kue. Untuk itu, Global Solusi Ingredia dapat menyediakan Anda bahan makanan berupa minyak sayur yang beragam, yang dapat digunakan untuk melezatkan adonan kue Anda. GSI adalah salah satu produsen bahan makanan yang dapat membuat makanan sehat dan nikmat. Untuk itu, minyak sayur dari GSI cocok untuk Anda yang ingin membuat tekstur kue yang sempurna untuk usaha maupun untuk keluarga.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:40

Agar-agar dan gelatin sama-sama bahan pangan yang bisa digunakan untuk campuran membuat hidangan penutup. Akan tetapi, secara fungsi, komposisi, dan bahan dasarnya, keduanya sangat berbeda. Untuk Anda yang baru pemula di bidang kuliner, jangan sampai salah menggunakan kedua bahan di atas. Karena mempengaruhi tekstur dan keberhasilan suatu hidangan. Bagi Anda yang belum tahu apa perbedaan agar-agar dan gelatin, Anda bisa membaca informasi berikut ini. Bahan Dasar Seperti yang sudah disinggung di atas, bahan dasar agar-agar dan gelatin tidaklah sama. Agar-agar terbuat dari rumput laut yaitu alga merah yang merupakan sumber nabati. Alga merah dapat ditemukan di wilayah Pasifik dan pesisir California. Dikarenakan berasal dari nabati, agar-agar biasanya dijadikan sebagai makanan pilihan untuk mereka yang memilih makanan vegan. Baca juga:  Mengenal Jenis-Jenis Susu yang Baik untuk Kesehatan Sementara gelatin terbuat dari hewani, yaitu dari kolagen hewan ternak yang diperoleh dari tulang rawan, tulang, kulit, dan tendon, melalui proses asam basa. Seringkali, gelatin terbuat dari babi. Akan tetapi saat ini banyak gelatin yang terbuat dari non babi. Jika Anda ingin mendapatkan gelatin dari non babi, Anda bisa mencari label K pada kemasannya. Karena gelatin yang berlabel K sudah tersertifikasi halal. Komposisi Jika dilihat dari segi komposisinya, baik agar-agar dan gelatin komposisinya sangat berbeda. Agar-agar mengandung dua jenis karbohidrat, yaitu agarose (70% – 75%) dan agaropectin (30% – 25%). Jenis karbohidrat ini dapat meleleh pada suhu 85 derajat. Maka dari itu, untuk membuat agar-agar menjadi padat, bubuk agar-agar harus dimasak dulu sampai mendidih. Sedangkan komposisi gelatin adalah peptida dan protein dari kolagen hewan. Peptida dan protein ini bisa larut dalam suhu mulai 35 derajat. Sehingga untuk proses pengolahannya, tidak perlu dimasak hingga mendidih. Cukup dengan air hangat saja. Karena jika dididihkan pada suhu 100 derajat justru gelatin tidak akan bisa digunakan. Di pasaran, agar-agar dijual dalam bentuk bubuk. Sedangkan gelatin lebih berbutir dan ada juga yang menjualnya berupa lembaran tembus pandang. Kegunaan Baik agar-agar dan gelatin tidak ada perbedaan dari segi penggunaannya. Karena hampir semua makanan bisa menggunakan keduanya. Akan tetapi hasil akhir dari keduanya memiliki perbedaan. Jika dengan agar-agar makanan akan lebih kencang dan bergoyang, makanan dengan gelatin tidak demikian. Selain itu, makanan yang mengandung agar-agar lebih tahan panas sedangkan gelatin tidak. Kandungan Gizi Gelatin kaya akan protein. Protein yang ada pada gelatin mencapai 98% – 99% sedangkan sisanya adalah air. Karena kandungan proteinnya tinggi, gelatin bermanfaat untuk tulang, sendi, otak, kecantikan kulit, dan rambut. Sedangkan agar-agar rendah lemak dan kalori. Agar-agar lebih dipilih sebagai menu untuk menurunkan berat badan. Selain itu agar-agar juga bermanfaat untuk pencernaan karena mengandung serat yang tinggi. Serat juga bisa melarutkan kolesterol dalam jumlah yang tinggi. Baca juga:  Tips Menjernihkan Minyak Goreng yang Mudah Dipraktikkan Untuk membuat makanan yang berkualitas dari segi tekstur, stabilisasi dan kekentalannya, selain menggunakan agar-agar Anda juga bisa menggunakan  standard lecithin  yang merupakan produk dari  Global Solusi Ingredia . Standard lecithin memiliki banyak fungsi untuk tubuh dan industri. Untuk tubuh, standard lecithin bermanfaat untuk menyetabilkan sel membran, metobolisme tubuh, serta meningkatkan kinerja fisik dan mental. Sedangkan dari segi industri,  lecithin  berguna sebagai pengemulsi dan antioksidan agar makanan lebih awet. Penggunaannya sendiri bisa untuk  frozen desserts , produk olahan susu, pudding, jelly, saus, dan  dressings . Produk GSI sudah BPOM RI sehingga pasti aman dikonsumsi, sehingga cocok untuk konsumsi rumah tangga maupun industri.

Jumat, 08 Juli 2022 - 00:05

Saat ini kebutuhan akan bahan pangan sangatlah tinggi, hal ini bisa dilihat dari banyaknya bahan pangan yang diimpor dari luar negeri. Akan tetapi permasalahan kian meningkat dengan banyaknya bahan pangan yang masuk sehingga ada keresahan di masyarakat akan jaminan kualitas dan kehalalannya. Seharusnya permasalahan ini dapat diatasi, salah satunya yaitu dengan memberikan jaminan kualitas dan halal di sektor industri bahan pangan. Namun untuk mengetahui apakah suatu produk tersebut terjamin kualitas dan kehalalannya, diperlukan pengecekan terlebih dahulu. Bagaimana caranya? Mari kita simak di penjelasan berikut! Cara Mengecek Makanan BPOM Industri bahan pangan erat kaitannya dengan mutu produk, dengan lulusnya uji standar dan persyaratan keamanan maka produk tersebut sudah terjamin kualitasnya. Baca juga:  Simak Tips Cake Anti Gagal Berikut Ini! Dan salah satu cara untuk mengetahui kualitas suatu produk yaitu dengan lulus uji Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Lalu bagaimana cara mengetahui apakah suatu produk makanan terjamin kualitas dan melalui BPOM? Berikut cara mengecek makanan BPOM dan halal: 1. Melalui Situs Resmi Pertama, kunjungi situs https://cekbpom.pom.go.id/ Kedua, masukan nomor registrasi yang terdapat pada kemasan makanan pada kolom pencarian dengan urutan “Cari Berdasarkan” kemudian “Nomor Registrasi” lalu “Kata Kunci” Ketiga, setelah memasukkan nomor registrasi, klik “Cari” Terakhir, tunggu sebentar dan Anda akan diperlihatkan tampilan informasi terkait produk makanan tersebut. 2. Melalui Aplikasi Cek BPOM  Pertama, silahkan Anda unduh aplikasi Cek BPOM di ponsel Kedua, kemudian buka aplikasi tersebut dan masuk ke halaman utama Ketiga, klik “Nomor Registrasi” selanjutnya masukkan nomor registrasi yang tertera pada kemasan makanan Terakhir, Anda akan diperlihatkan tampilan informasi mengenai produk makanan tersebut. Cara Mengecek Industri Bahan Pangan yang Mengantongi Sertifikat Halal Selain BPOM, Anda juga bisa langsung mengecek kehalalan suatu produk melalui situs MUI. Lalu, bagaimana caranya? Simak langkah-langkah berikut ini:  Akses browser di ponsel, lalu kunjungi halalmui.org Selanjutnya, di kolom pertama, langsung pilih nama produk atau bisa juga langsung nama produsen dan nomor sertifikat Kemudian, masukkan data tersebut Klik tombol “cari” Data produk yang Anda ingin ketahui segera tampil pada layar Demikian cara mengecek makanan BPOM dan halal, Anda dapat melakukan pengecekan melalui situs resmi maupun aplikasi. Setelah mengetahui kualitas atau mutu produk makanan dan kehalalannya, Anda tidak perlu khawatir lagi. Banyak industri bahan pangan melakukan pendaftaran BPOM supaya dapat memberikan informasi bahwa produk yang mereka produksi merupakan produk yang berkualitas dan halal. Dan salah satu industri bahan pangan yang selalu mendaftarkan setiap produk makanannya yaitu Global Solusi Ingredia (GSI). Apa itu GSI? GSI merupakan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan pangan dan juga industri non bahan pangan. Produk-produk industri bahan pangan yang diproduksi oleh GSI yaitu berupa bahan-bahan untuk membuat makanan. Produk-produk bahan makanan tersebut diantaranya,  emulsifier  atau zat pengemulsi makanan, coklat, pewarna makanan, perasa makanan, vitamin, enzim, minyak dan lemak, minyak esensial, pemanis, dan lain-lain. Semua produk bahan pembuat makanan ini berasal dari bahan alami dan aman untuk dikonsumsi. Baca juga:  Macam-Macam Base Cake Ultah GSI telah mendaftarkan setiap produknya melalui BPOM, ini berarti bahwa setiap produk GSI telah dapat dipakai sebagai bahan pembuat makanan. Selain terjamin kualitasnya, produk GSI juga telah mendapatkan sertifikat halal sehingga tidak perlu ragu lagi untuk memakainya. Maka dari itu, silahkan Anda gunakan produk GSI ini sebagai bahan pembuat makanan baik untuk konsumsi pribadi dan keluarga maupun untuk bisnis kuliner. Jika Anda penasaran dengan produk dan juga cara pemesanan, berikut link yang bisa Anda klik untuk memperoleh informasi lebih lanjut: https://globalsolusiingredia.com/product/ Demikian penjelasan mengenai cara mengecek makanan BPOM dan halal pada sektor industri bahan pangan. Semoga bermanfaat.

Kamis, 07 Juli 2022 - 23:52

Antimikroba pada makanan merupakan upaya menghambat kerusakan makanan yang disebabkan karena mikroba memproduksi racun. Metode pengawetan makanan yang ada juga banyak sehingga dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pihak. Misalnya ada cara mengawetkan makanan dari bahan alami sampai mengandalkan bahan kimia. Aktivitas pengawetan makanan pakai bahan alami cukup lekat di tengah kehidupan sehari-hari. Misalnya membuat asinan, membuat acar, penggaraman pada ikan dan sebagainya. Tak hanya itu, masih banyak upaya antimikroba pada makanan yang bisa diterapkan. Jadi gunakan yang paling sesuai dengan keinginan masing-masing. Sebagai referensi, berikut metode pengawetan makanan yang dapat diterapkan : Bawang putih untuk mengawetkan makanan Bawang putih menjadi bumbu dapur yang punya segudang manfaat. Misalnya untuk mengobati cacingan, mengatasi sakit tenggorokan, ambeien hingga sakit gigi. Bawang putih juga kerap digunakan untuk mengawetkan makanan. Baca juga:  Tips Mudah Memilih Gula Untuk Diabetes Kandungan allicin bawang putih punya manfaat untuk mematikan gram positif dan gram negatif. Bawang putih punya sifat antimikroba  E.coli, shigella sonnei staphylococcus  serta  aerogenes . Selain itu, bawang putih juga bermanfaat mengurangi jumlah bakteri aerob,  coliform  serta mikroorganisme sehingga makanan menjadi lebih awet. Andaliman, pengawet makanan dari Sumatera Utara Mungkin banyak yang mendengar andaliman untuk antimikroba pada makanan. Rempah ini memang banyak digunakan untuk bumbu di Sumatera Utara. Andaliman menjadi rahasia makanan yang mampu bertahan sampai tahan berhari-hari. Bentuk pengawet makanan ini bulat kecil layaknya merica tapi berwarna hijau. Andaliman sering digunakan untuk bahan memperkaya rasa karena senyawa antioksidan di alamnya. Dimana antioksidan tersebut mampu menjaga hidangan dari reaksi oksidasi yang membuat makanan jadi tengik. Andaliman juga punya senyawa antimikroba serta antioksidan yang cocok untuk pengawet alami makanan. Rimpang Temulawak Antimikroba pada makanan lain yang dapat digunakan untuk mengawetkan makanan adalah rimpang temulawak. Pastinya sudah banyak yang tahu mengenai bahan makanan ini. Rimpang adalah bagian batang temulawak yang terletak di bagian dalam tanah. Bagian tersebut sering digunakan untuk sumber antioksidan serta antimikroba. Pasalnya mengandung minyak atsiri  xanthorrhizol  dan juga  kurkuminoid  yang sangat kuat. Bagi yang belum tahu, fraksi kurkuminoid merupakan jenis komponen yang memberi warna kuning di dalam bagian rimpang temulawak. Komponen inilah yang memiliki aktivitas antioksidan. Sehingga sangat bagus untuk mencegah dan juga menetralkan radikal bebas tubuh manusia. Bunga Lawang Siapa sih yang tidak kenal dengan bunga lawang? Ini adalah salah satu rempah dengan bentuk khas dan juga sangat cantik. Rempah dapur ini juga lebih dikenal sebutan bunga lawang. Bentuk rempah ini menyerupai bintang yang mempunyai tujuh sampai delapan sisi berwarna coklat. Bunga lawang mempunyai kandungan senyawa anetol yang punya sifat antimikroba untuk digunakan sebagai pengawet alami. Aktivitas antimikroba di dalam senyawa ini juga diidentifikasi untuk menghambat bakteri, khamir dan kapang. Menurut penelitian, 5 mikro/ml ekstrak bunga lawang bisa menghambat bakteri  Bacillus subtilis  hingga  Penicillium chrysogenum  untuk berkembang. Baca juga:  Deretan Ide Minuman Untuk Jualan Terbaik Beserta Resep Antimikroba pada makanan memang penting supaya makanan tidak cepat membusuk atau basi. Agaknya menggunakan antimikroba alami cukup menyulitkan bagi Anda yang bergerak untuk produksi makanan dalam skala yang besar. Untuk itu, Anda bisa menggunakan produk-produk antimikroba alias pengawet dari Global Solusi Ingredia. Perusahaan ini sudah sejak lama melayani produk pangan maupun produk tambahan pangan untuk produksi massal. Silakan pilih antimikroba terbaik yang sesuai untuk produk makanan Anda. Karena semua produk yang tersedia sudah mendapatkan BPOM RI dan sertifikat halal. Jadi, sudah pasti aman asal Anda menggunakannya dengan takaran yang pas. Segera hubungi kami dan dapatkan produk berkualitas internasional untuk Anda.

Contact Us

Contact Us