Selai merupakan salah satu produk yang bisa digunakan untuk berbagai keperluan. Selain itu, tentunya selai pun memiliki banyak manfaat yang terkandung di dalamnya. Akan tetapi, tentu Anda memiliki kekhawatiran ketika membeli selai karena takut ada kandungan berbahaya di dalamnya. Oleh karena itu, Anda pun bisa melihat berbagai resep selai homemade yang enak dan sehat di bawah ini untuk keperluan makanan keluarga. Beberapa produk selai yang ada di pasaran, umumnya memiliki kandungan yang tidak alami. Misalnya, selai buah tentu tidak semuanya mengandung buah asli, beberapa malah menggunakan sari buah atau perasa buatan yang tentu tidak menyehatkan tubuh. Maka, tentu perlu kejelian dalam memilih produk demi kesehatan keluarga. Seperti yang kita ketahui, selai memiliki banyak kegunaan. Anda dapat menggunakan selai untuk membuat berbagai kue kering seperti nastar. Tidak hanya itu, Anda yang sering sarapan dengan roti tentu membutuhkan selai agar terasa lebih enak dan nikmat. Dengan kata lain, produk yang satu ini ternyata memiliki kegunaan yang cukup banyak bagi kebutuhan keluarga. Resep Selai Homemade yang Enak dan Sehat Bagi Anda yang khawatir dengan kandungan berbahaya dalam produk selai yang ada di pasaran, masih bisa membuat selai homemade dengan berbagai resep. Tentunya, resep yang dibagikan di bawah ini sangat mudah untuk dilakukan, dan tentunya sehat untuk dikonsumsi oleh keluarga. Simak informasi selengkapnya di bawah ini untuk bisa dijadikan referensi. 1. Selai Cokelat Bahan: 3 sendok makan cokelat bubuk 5 sendok makan gula pasir 3 sendok makan tepung terigu 1 sachet susu kental manis rasa cokelat 250 mililiter air ½ sendok teh margarin Cara Membuat: Siapkan wadah kemudian campurkan air, cokelat bubuk, gula pasir, susu kental manis, dan tepung terigu. Lalu, aduk sampai merata. Masak bahan tersebut dengan api kecil. Aduk terus agar tidak hangus dan menggumpal. Jika sudah mengental dan mendidih, tambahkan margarin kemudian aduk rata. Diamkan selai sampai dingin. Kemudian, simpan ke toples bening dan tutup rapat, selai cokelat pun siap digunakan. 2. Selai Nanas Bahan : 1 buah nanas 1 cangkir air 2 cangkir gula pasir Air perasan jeruk nipis (2 buah jeruk nipis) Cara Membuat: Kupas serta parut buah nanas Panaskan wajan, tambahkan nanas yang sudah diparut dengan air Lalu, masak dengan api kecil selama 20 menit sambil aduk secukupnya. Setelah itu, masukkan gula pasir serta air perasan jeruk nipis. Lalu, aduk merata kemudian masak dengan durasi 30 menit. Masak selai sampai mengental kemudian angkat dan dinginkan. Simpan selai ke toples bening serta tutup dengan rapat, dan selai nanas siap pun siap dikonsumsi. 3. Selai Kacang Bahan: 300 gram kacang kupas 5 sendok makan madu 3 sendok makan minyak sayur ¼ sendok teh garam Cara Membuat: Simpan kacang di atas loyang kemudian ratakan. Selanjutnya, panggang dengan oven menggunakan suhu 150 derajat celcius selama 7 menit. Tambahan semua bahan ke food processor lalu haluskan hingga teksturnya menjadi halus. Setelah itu, simpan selai kacang ke toples bening lalu tutup hingga rapat. Selai kacang pun bisa dinikmati. Itu dia beberapa resep selai homemade yang tentunya enak untuk dikonsumsi. Apabila Anda ingin membuat sendiri produk selai yang berkualitas, aman, dan menyehatkan, Global Solusi Ingredia (GSI) menyediakan thickeners, stabilizers, dan texturizers terbaik yang bisa Anda beli. Sehingga tekstur selai jadi lebih bagus dan rasanya semakin lezat. Anda bisa berkonsultasi melalui email sales@globalsolusiingredia.com untuk mendapatkan produk terbaik bagi keluarga yang lebih sehat dan bugar. Semoga bermanfaat.
Kalau membicarakan mengenai bahan pengembang kue, pastinya baking powder adalah jawabannya. Baking powder dapat mengembangkan kue supaya teksturnya lebih empuk dan bervolume. Masalahnya, terkadang kita lupa membeli baking powder ketika akan membuat kue. Tidak harus bolak-balik ke toko bahan-bahan kue. Karena ada pengembang kue alami yang dapat kita gunakan sebagai alternatif baking powder. Pengembang Kue Alami Apa saja pilihannya? Berikut ini merupakan 6 bahan pengembang kue alami alternatif baking powder di bawah ini: 1. Putih Telur Di balik aroma amis dan tekstur yang licin, putih telur adalah bahan alami alternatif Baking powder yang dapat mengembangkan kue. Menariknya, putih telur dapat membuat tekstur kue yang lebih ringan dan bervolume, ketimbang memakai Baking powder, lo! Anda cuma harus mengocok putih telur dengan kecepatan rendah hingga berbusa. Setelah itu, kocok putih telur memakai mixer dengan kecepatan tinggi hingga teksturnya menjadi lembut. Baca juga : Ketahui Jenis Pengembang Kue Agar Kue Jadi Sempurna 2. Buttermilk Buttermilk masuk dalam bahan alami pengembang kue yang dapat kita gunakan sebagai alternatif baking powder. Kalau dilihat sekilas memang mirip yoghurt, perbedaannya adalah rasa buttermilk cenderung asam dan tajam. Guna menggantikan 1 sendok teh baking powder, cukup campurkan 1/2 cangkir buttermilk dengan 1/4 sendok teh powder kue. Karena tekstur buttermilk cair, disarankan guna mengurangi sedikit takaran bahan cair ketika membuat kue, ya. Tujuannya supaya tekstur dan konsistensi kue tetap terjaga. 3. Cuka Cuka juga masuk dalam bahan pengembang kue alami alternatif baking powder yang dapat Anda coba. Hanya saja, cara memakai cuka guna mengembangkan kue tidak boleh asal. Hal ini dikarenakan cuka punya aroma dan rasa yang sangat kuat. Pilih cuka putih sebagai pengembang kue alami, supaya rasa dan warnanya tidak berubah. Campurkan 1/4 sendok teh powder kue dengan 1/2 sendok teh cuka guna menggantikan satu sendok teh baking powder . 4. Air Lemon Lalu, perasan air lemon masuk dalam bahan pengembang kue alami yang cocok dijadikan alternatif baking powder . Cuma, Anda harus berhati-hati Kalau hendak mengembangkan kue memakai air lemon. Hal ini dikarenakan, rasa lemon yang kuat dapat mengubah rasa kue. Kalau pada resep disarankan memakai 1 sendok teh baking powder . Maka, cukup gunakan 1/2 sendok teh air lemon dengan 1/4 sendok teh baking powder guna mengembangkan kue, ya. 5. Cream of Tartar Alternatif baking powder guna mengembangkan kue berikutnya adalah cream of tartar . Untuk diketahui, cream of tartar punya bentuk bubuk putih halus punya sifat asam berasal dari hasil penyulingan minuman anggur, lo! Supaya mendapatkan hasil yang cantik, gunakan rasio 2:1 antara cream of tartar dan baking powder ketika membuat kue. Misal, campurkan 1/2 sendok teh cream of tartar dengan 1/4 sendok teh baking powder guna menggantikan 1 sendok teh baking powder . Baca juga : Apakah Cake Emulsifier Sama dengan Bahan Pengembang Kue 6. Plain Yogurt Bahan pengembang kue yang pertama adalah plain yogurt . Terbuat dari fermentasi susu, yoghurt dapat menjadi alternatif baking powder guna mengembangkan kue apabila dicampur dengan baking powder . Anda dapat mencampurkan 1/2 gelas plain yogurt dengan 1/4 sendok teh baking powder guna menggantikan 1 sendok teh baking powder . Kalau pengembang kue alami tidak dapat mengembangkan kue secara maksimal, Anda dapat memakai cake emulsifier Global Solusi Ingredia (GSI) untuk menggantinya. Emulsifier GSI dapat membuat kue menjadi lebih mengembang sempurna, bertekstur lembut, halus, tidak pecah, tidak mengkristal, dan aman dikonsumsi. Dengan bahan soy lecithin , Emulsifier GSI dapat lebih aman untuk kesehatan. Tentunya, emulsifier GSI sudah mengantongi sertifikat halal dari MUI dan izin edar dari BPOM RI. Yuk, segera gunakan emulsifier GSI dengan cek laman utama globalsolusiingredia.com
Kue tidak mengembang adalah salah satu masalah yang kerap muncul ketika membuat beragam jenis kue, terutama untuk seseorang yang masih pemula. Kondisi kue yang tidak mengembang dan cenderung bantat, akan membuat kue lebih padat dan tipis. Secara penampilan, tentu kue yang bantat cenderung kurang menarik. Bisa jadi, Anda pernah merasa sudah menggunakan bahan pengembang kue namun tetap saja kue yang dibuat tidak bisa mengembang dengan baik. Apa yang salah sebenarnya? Nah, pada kesempatan ini akan dibahas beberapa kesalahan yang cukup sering dilakukan saat membuat kue dan bisa membuat kue tidak mengembang. Penasaran? Simak ulasannya! Kesalahan yang Membuat Kue Tidak Mengembang Ada beberapa kesalahan yang kerap dianggap sepele namun berakibat kue yang gagal mengembang alias bantat. Beberapa kesalahan tersebut adalah sebagai berikut: 1. Menggunakan bahan pengembang yang sudah terlalu lama Seperti yang disinggung di awal, bisa jadi Anda sudah merasa menggunakan bahan pengembang kue, namun adonan kue yang dibuat tetap tidak bisa mengembang dengan baik. Jika demikian, bisa saja kesalahan yang terjadi adalah Anda menggunakan bahan pengembang yang sudah terlalu lama. Perlu diketahui bahwa bahan pengembang kue yang sudah terlalu lama cenderung kehilangan ‘kemampuan’ untuk mengembangkan adonan dengan sempurna. Oleh karenanya, upayakan untuk menggunakan bahan pengembang yang baru dibeli. Jika di rumah ada bahan pengembang lama, lakukan pengecekan kualitas terlebih dahulu. Baca juga : Tips Bolu Gulung Anti Pecah dan Super Lembut Pengecekan bisa dilakukan dengan mencampur bahan pengembang dengan air hangat dan gula. Aduk campuran tersebut lalu tunggu sekitar 5 menit. Jika masih muncul banyak gelembung, bahan pengembang tersebut masih bisa digunakan. 2. Menggunakan air yang terlalu panas Pernah iseng membuat adonan kue dengan air panas? Bisa jadi, hal tersebut adalah penyebab adonan kue yang Anda buat tidak mengembang secara sempurna. Suhu air yang terlalu panas bisa mematikan ragi dalam bahan pengembang yang digunakan. Oleh karenanya, ada baiknya jika Anda menggunakan air dengan suhu ruang agar bahan pengembang yang digunakan bisa bekerja dengan maksimal dan adonan kue yang dibuat bisa mengembang dengan baik. 3. Takaran garam yang berlebihan Terlalu banyak menggunakan garam juga bisa membuat kue gagal mengembang dengan baik. Pasalnya, garam yang digunakan bisa menurunkan kemampuan bahan pengembang yang Anda tambahkan. Solusi yang dianjurkan tentu saja mengurangi takaran garam yang digunakan. Selain itu, ada baiknya jika Anda menambahkan garam saat adonan tepung sudah terbentuk, bukan bersamaan dengan penambahan bahan pengembang. 4. Terlalu banyak menggunakan tepung Kesalahan lain yang menyebabkan adonan kue yang dibuat tidak mengembang dengan baik adalah terlalu banyak menggunakan tepung. Hal ini sangat beralasan karena takaran tepung yang terlalu banyak nantinya akan membuat adonan menjadi lebih padat dan juga kering. Padahal, untuk membuat kue, adonan yang dibuat harus sedikit lengket dan elastis. Baca juga : Tips Bikin Cake yang Moist, Jarang Diketahui! Jika Anda membuat kue dan gagal mengembang, maka coba cek berapa takaran tepung yang Anda gunakan. Jangan-jangan, takaran tepung tersebut terlalu banyak. Beberapa hal di atas adalah ragam kesalahan yang sebenarnya sepele namun berakibat adonan kue menjadi tidak mengembang. Sebagai tambahan, kue yang tidak mengembang juga bisa terjadi karena kualitas bahan kue yang digunakan kurang bagus. Oleh karenanya, untuk membuat kue yang mengembang sempurna dan terasa lembut, gunakan bahan kue yang baik. Anda bisa menggunakan aneka bahan kue yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia). Bahan-bahan yang tersedia seperti emulsifier, cokelat, pewarna, dan masih banyak lagi. Klik di sini untuk memilih beragam bahan kue yang Anda perlukan!
Ketika membuat kue, apakah Anda pernah mengalami kue, terutama bolu, yang dibuat tidak mengembang sempurna dan cenderung bantat? Ya, bolu yang seharusnya mengembang dengan baik dan memiliki tekstur lembut cenderung lebih tipis dan juga lebih padat. Meskipun bisa jadi rasa kue tersebut tetap enak, namun secara tampilan, kue tadi pasti kurang menarik. Lantas, apa yang sebenarnya menyebabkan kue bisa menjadi bantat? Apakah karena bahan pengembang kue yang digunakan kurang banyak? Beberapa Penyebab Kue Bantat Berbincang tentang kue yang cenderung bantat dan tidak mengembang dengan baik, ada beberapa penyebab masalah ini yang perlu diketahui. Adapun beragam hal yang menyebabkan kue menjadi bantat adalah sebagai berikut: Kesalahan menakar pengembang Jika Anda bertanya apakah penyebab kue menjadi bantat karena kurangnya pengembang yang digunakan, maka jawabannya adalah iya. Pasalnya, kesalahan dalam menakar pengembang menjadi biang kue yang tidak bisa mengembang secara sempurna . Terkait bahan pengembang ini, ada beberapa jenis bahan pengembang yang bisa digunakan, seperti baking powder, baking soda ataupun self-rising flour. Tentu, beragam jenis bahan pengembang tersebut memiliki kemampuan yang berbeda untuk mengembangkan adonan sehingga takaran yang diperlukan pun juga berbeda-beda. Baca juga : Perbedaan Brownies Panggang dan Kukus Komposisi bahan yang terlalu dingin Selain kesalahan dalam menakar bahan pengembang, apa yang menyebabkan kue menjadi bantat adalah komposisi bahan yang cenderung terlalu dingin. Dalam hal ini, masalah kerap muncul ketika seseorang menggunakan mentega ataupun telur yang baru dikeluarkan dari lemari pendingin. Perlu Anda pahami bahwa mentega dan telur yang dingin cenderung lebih susah untuk dihaluskan dan bercampur dengan bahan lain. Hal inilah yang akan berpengaruh pada kualitas kue yang sedang Anda buat. Oleh karenanya, solusi yang bisa dilakukan adalah membiarkan mentega, telur dan bahan lainnya hingga suhu ruang sebelum digunakan. Kesalahan saat mencampur adonan Kesalahan yang terjadi saat mencampur adonan juga bisa menyebabkan kue yang dibuat menjadi bantat dan tidak mengembang secara sempurna. Contoh yang cukup kerap terjadi adalah seseorang keliru dalam memasukkan bahan kue sesuai dengan urutannya. Misalnya saja, bahan yang harus dicampur dan dihaluskan terlebih dahulu umumnya adalah mentega dan gula. Nah, jika Anda mencamur telur dan gula terlebih dahulu, bisa jadi hasil adonan yang dibuat kurang baik dan nantinya kue tidak bisa mengembang dengan sempurna. Loyang yang digunakan terlalu besar Kue yang tidak mengembang secara sempurna dan cenderung bantat juga dipengaruhi oleh kesalahan dalam memilih loyang yang digunakan. Dalam resep pembuatan kue, biasanya akan disertakan berapa ukuran loyang yang sebaiknya digunakan. Tentu, penentuan ukuran loyang tersebut didasarkan pada campuran adonan yang digunakan. Baca juga : Jenis Loyang Kue yang Harus Diketahui Pecinta Baking Nah, perihal loyang ini, jika Anda menggunakan loyang yang terlalu besar, maka proses pemanggangan akan berbeda yang membuat kue kurang mengembang. Jika Anda tidak memiliki loyang dengan ukuran yang sesuai, maka atur suhu oven yang digunakan. Beberapa hal di atas adalah apa yang kerap menjadi sebab kenapa kue yang dibuat tidak mengembang sempurna dan cenderung bantat. Sebagai tambahan, ada baiknya jika Anda juga menggunakan bahan kue berkualitas yang disediakan oleh GSI (Global Solusi Ingredia) demi hasil kue yang maksimal. Jika tertarik, silakan cek website https://globalsolusiingredia.com/ untuk melihat aneka bahan kue yang tersedia dengan kualitas yang terjamin, halal, dan sudah lolos izin edar dari BPOM RI. Semoga bermanfaat.
Bagi pecinta baking , memiliki berbagai macam loyang tentu sangat penting. Sebab, berbeda jenis kue, tentu berbeda juga jenis loyangnya. Meski begitu, membeli loyang juga harus benar-benar diperhatikan kegunaannya. Jangan sampai loyang tersebut hanya tergeletak karena tidak terpakai. Maka dari itu, sebelum membeli loyang kue, silakan Anda kenali terlebih dahulu jenis-jenis dan kegunaannya pada penjelasan di bawah ini! Roll Pan Roll pan merupakan jenis loyang yang digunakan untuk membuat bolu gulung. Tinggi dari loyang ini adalah 2,5 cm yang sesuai dengan ketebalan bolu gulung secara umum. Beberapa jenis roll pan mempunyai permukaan yang bergerigi sehingga membuat hasil akhir permukaannya menjadi bergelombang dan tampak lebih menarik. Baca juga : Metode Dasar Pembuatan Kue yang Harus Diketahui Pemula Baking Dish Ada juga baking dish yang wajib ada di rak penyimpanan perkakas para pecinta baking . Biasanya, b aking dish ini dipakai untuk membuat kue kering, kukis, serta scones . Bentuknya pilih serta bagian pinggirnya berbingkai. Dengan begitu, adonan kukis tidak akan tumpah Ketika dipanggang. Baking dish ini juga kerap disebut cookie sheet atau loyang datar. Ketinggiannya sekitar 3 cm sehingga membuat kue kering jadi lebih renyah. Umumnya, ukuran baking dish yang beredar di pasaran adalah 30 cm x 30 cm. Tart Pan Jenis loyang kue yang selanjutnya adalah tart pan yang biasanya digunakan untuk membuat kue pie. Pada bagian sampingnya, terdapat tekstur bergerigi sehingga bentuknya jadi lebih unik. Untuk memudahkan dalam mengeluarkan kulit pie, maka bagian bawah loyang dapat dicopot dan dipasang kembali. Sehingga, menghindari kulit pie yang hancur karena pada dasarnya, kulit pie memang cukup ringkih. Springform Pan Loyang kue yang satu ini sering juga disebut sebagai loyang bongkar pasang. Ukuran tingginya sendiri adalah 10 cm dan diameternya adalah 20 cm. Pada bagian tepi pinggirnya terdapat kunci yang akan membuat adonan tidak mudah tumpah ketika dipanggang. Springfoam umumnya dipakai untuk memanggang cheese cake . Sebab, adonan kue tersebut tidak kokoh laiknya kue bolu. Maka dari itu, saat akan mengambil adonan, maka cukup lepaskan tepi loyangnya saja, jadi kue akan tetap memiliki tampilan yang rapi dan menarik. Loyang Muffin Seperti namanya, loyang muffin digunakan untuk memanggang muffin ataupun cupcake . Satu loyang terdiri dari 6 hingga 12 lubang dengan diameter sekitar 8 cm. Akan tetapi, sudah banyak ukuran lain yang dapat Anda pilih sesuai dengan kebutuhan. Sebelum menggunakan loyang ini, Anda harus melapisi dengan paper cup supaya kue yang matang mudah dilepaskan dari dalam lubang loyang. Pengisian adonannya sendiri hanya ¾ dari lubang loyang supaya dapat mengembang dengan baik. Baca juga : Cari Tahu Jenis Pewarna Makanan yang Layak Anda Konsumsi Cake Pan Cake pan merupakan loyang yang berfungsi membuat cake . Bentuk dari cake pan sangat beragam, ada yang berbentuk persegi, persegi panjang, bulat, hati, dan sebagainya. Ukuran cake pan juga beragam dan bisa digunakan sesuai dengan kebutuhan. Beberapa jenis cake yang bisa dipanggang menggunakan cake pan yakni bolu marmer, kue lapis, kue bolu jadul, dan masih banyak lagi. Itu dia jenis loyang yang wajib dimiliki oleh pecinta baking . Selain menggunakan loyang yang sesuai, agar kue yang Anda buat lebih maksimal, maka gunakan pengembang yang berkualitas seperti emulsifier dari Global Solusi Ingredia. Emulsifier GSI membantu pencampuran adonan menjadi lebih halus, menjaga produk emulsi jadi lebih stabil, mengurangi lengket pada adonan, hingga mengontrol kristalisasi. Dengan emulsifier GSI, maka kue yang Anda buat jadi lebih empuk, lezat, dan mengembang sempurna!
Hampir semua orang suka dengan donat? Kue yang bagian tengahnya bolong ini memang punya tekstur yang berbeda dari kue lainnya. Pasalnya lebih lembut dibanding jenis kue lainnya. Bagi yang tertarik, Anda juga bisa buat donat sendiri di rumah. Ada banyak tanda seperti apa donat sukses dibuat. Salah satunya, munculnya white ring pada donat yang sedang dimasak. Sesuai namanya, white ring merupakan bagian putih melingkar yang berada di tengah-tengah donat. White ring belakangan sempat viral di Instagram dan TikTok karena katanya menjadi tanda donat sudah sukses dimasak dengan baik. Nyatanya, ada banyak trik agar white ring bisa muncul di donat yang sedang dimasak. Yuk, cari tahu dengan baik bagaimana triknya. Benar, kata orang jika white ring merupakan tanda donat telah sukses dibuat. Soalnya, white ring tidak dapat muncul jika donat tidak diolah dengan sempurna. Kenapa bisa demikian? Karena donat dengan fermentasi sempurna lah yang dapat menghasilkan white ring . Lantas bagaimana cara membuat White Ring pada yang sebelumnya pernah viral di TikTok? Berikut caranya. Baca juga : Resep Glaze Donat dengan Warna-Warna yang Menarik Proses Fermentasi Donat Harus Berhasil Agar menghasilkan white ring yang sempurna, tentunya kita membutuhkan donat yang mengembang dengan sempurna. Benar, jika donat dapat mengembang dengan baik, biasanya donat punya banyak space untuk tempat munculnya white ring. Oleh karena itu, coba memastikan fermentasi donat sudah maksimal atau belum. Lalu, bagaimana teknik dan tips agar fermentasi donat benar dan tidak salah? Bagi yang belum tahu, hal yang paling mempengaruhi fermentasi adalah suhu dan waktu. Di kebanyakan resep, umumnya disebutkan lama waktu fermentasi adalah sekitar 30 menit. Jadi, usahakan menunggu fermentasi dengan baik agar white ring bisa muncul sempurna. Hanya Boleh Dibalik Sekali Proses menggoreng donat agar white ring bisa muncul juga perlu diperhatikan dengan baik. Untuk menghasilkan white ring yang sempurna, donat hanya boleh dibalik sekali saja. Hal tersebut berlaku paten dan tidak boleh ditawar-tawar saat membuat donat. Karena sudah banyak chef profesional yang membuktikan hal tersebut. Bagaimana jadinya jika donat dibalik berulang kali? Biasanya jika donat dibalik berulang kali, white ring -nya akan hilang. Bahkan donat berubah menjadi menjadi coklat karena efek panas minyak saat membolak-balikkan donat tersebut. Jadi, usahakan memasak donat dan pastikan satu sisi donat telah cokelat dengan sempurna. Kemudian segera balik donat, dan goreng satu sisinya lagi. Awal-awal membuatnya mungkin banyak dari kita yang akan bingung. Karena belum tahu kapan waktu terbaik untuk mendapatkan donat yang sudah coklat di bagian bawahnya. Bisa-bisa saja di awal donat belum cukup kuning saat dibalik. Atau bahkan donat malah terlalu cokelat sehingga terkesan gosong dan tidak enak dimakan. Hal seperti ini sangat wajar karena memang donat yang dimasak tidak boleh diintip. Pasalnya hal ini membuat bagian white ring -nya dapat hilang dengan sendirinya. Tapi tidak perlu khawatir dengan hal tersebut. Karena biasanya lama kelamaan Anda akan tahu kapan waktu terbaik untuk membalik donat. Proses pembalikan yang hanya dapat dilakukan sekali juga membuat donat tidak menyerap minyak yang terlalu berlebihan. Biasanya jika donat terlalu sering dibalik akan membuat donat menjadi sangat berminyak dan biasanya membuat rasanya juga tidak enak saat dimakan. Baca juga : Resep Roti Sobek Anti Gagal Cocok untuk Pemula Penutup Agar donat yang dibuat sesuai harapan, bahan yang digunakan juga harus berkualitas. Global Solusi Ingredia adalah solusi bagi Anda yang ingin membuat donat dengan white ring sempurna. Cek bahan pengembang untuk donat di website berikut https://globalsolusiingredia.com/product/ .